Pedro Acosta tampil impresif di MotoGP Aragon, namun ia mengakui bahwa jika terus menempel Marc Marquez di lap-lap akhir, bannya bisa habis. Pembalap KTM itu finis kedua, hanya 1,7 detik di belakang Marquez, dalam balapan yang menegangkan di MotorLand Aragon.

Acosta, yang naik dari posisi enam ke tiga di awal balapan, berhasil menyalip Marco Bezzecchi di tikungan akhir pada lap keenam. Setelah itu, ia terus membayangi Marquez untuk memperebutkan posisi terdepan, meski RC16 miliknya jelas tidak secepat Ducati GP26 milik Marquez.

Tekanan yang diberikan Acosta membuat Marquez tak bisa melaju bebas di depan. Namun, pada lap ke-13, Marquez mulai meningkatkan ritme dan mencatat waktu di kisaran 1 menit 46 detik, yang akhirnya membuat Acosta harus mengakui keunggulannya.

- Advertisement -
Advertisement

"Kami mendapatkan hasil maksimal dari apa yang kami miliki. Startnya sedikit lebih baik dari kemarin, beberapa lap pertama sangat bagus dan saya bisa menempel Marc. Kami bisa senang karena saya memberikan 100% dari kemampuan saya; untuk saat ini, tidak ada lagi yang bisa kami lakukan," ujar Acosta usai balapan.

"Niat untuk mengejar Marc ada, tapi potensi yang kami miliki lain cerita. Saya tahu jika memaksakan diri di pertengahan balapan, ban saya akan habis di akhir," tambahnya.

Keausan ban memang menjadi kelemahan KTM, namun pabrikan Austria itu telah membuat kemajuan signifikan dalam 18 bulan terakhir. Acosta bahkan mengaku mulai mengubah gaya balapnya untuk menghemat ban.

Baca Juga Bezzecchi Rebut Pole Aragon, Cetak Rekor Lap MotoGP

"Biasanya, saya selalu lebih ketat di dalam tikungan dan menggunakan lebih banyak ban daripada yang lain. Sekarang saya mencoba mengubah gaya saya sedikit. Pada akhirnya, jika saya ingin siap saat momen saya tiba, saya harus mulai melihat semua opsi dan semua cara balapan," jelasnya.

Acosta juga menilai bahwa performa satu lap KTM masih kurang, yang membuatnya sering start dari posisi lebih belakang dibandingkan rival-rivalnya dari Aprilia dan Ducati. Dalam 13 seri pembuka, ia hanya tiga kali start dari baris terdepan dengan rata-rata posisi start keenam.

Ditanya apa yang kurang dari motornya untuk bisa menang, Acosta menjawab, "Banyak hal yang kurang, tapi saat ini saya ingin fokus pada apa yang sudah saya miliki."