Pedro Acosta akhirnya memecah kebuntuan. Di sirkuit kandang KTM, Red Bull Ring, pembalap Spanyol itu melintasi garis finis sebagai yang terdepan untuk pertama kalinya di kelas premier, mengakhiri penantian panjang selama 56 start dan 15 podium tanpa kemenangan. Kemenangan ini bukan sekadar trofi, melainkan pembebasan dari label “pembalap dengan podium terbanyak tanpa kemenangan” yang selama ini membebani pundaknya.

Sejak debutnya bersama Tech3 pada 2024, Acosta sudah menunjukkan kualitasnya. Lima podium di musim rookie, lalu lima lagi di tahun berikutnya bersama tim pabrikan KTM. Namun, RC16 selalu saja kurang satu langkah untuk bersaing di depan. Musim ini, ia menambah lima podium lagi, termasuk finis kedua di Thailand, Hungaria, dan Aragon yang membuatnya semakin dekat dengan kemenangan. Semua usaha itu terbayar lunas di Austria, di depan pendukung fanatik KTM.

“Ini adalah momen yang sangat emosional,” ujar Acosta dalam wawancara usai balapan. “Saya telah bekerja keras bersama tim selama tiga tahun. Motor ini bukan yang tercepat, tetapi kami tidak pernah menyerah. Kemenangan di kandang KTM terasa istimewa.”

- Advertisement -
Advertisement

Bagi KTM, kemenangan ini juga mengakhiri puasa panjang. Terakhir kali pabrikan asal Austria itu menang di MotoGP adalah pada 2022 di Thailand bersama Miguel Oliveira. Sejak itu, berbagai masalah performa, kesulitan finansial, dan drama regulasi mesin menghantui. Kemenangan Acosta menjadi oase di tengah gurun badai yang menerpa tim.

Baca Juga MotoGP 2027: 5 Rookie dan Perombakan Besar di Grid

Acosta menjadi pembalap Spanyol ke-17 yang menang di kelas premier, dan yang pertama bukan dari Aprilia atau Ducati musim ini. Prestasi ini mematahkan dominasi dua pabrikan Italia tersebut. Namun, ironi menyelimuti: Acosta akan hengkang ke Ducati musim depan, di mana ia akan menjadi tandem Marc Marquez, pembalap dengan kemenangan MotoGP terbanyak. Tantangan baru menanti, tetapi malam di Austria ini adalah miliknya dan KTM.