Pembalap pabrikan Ducati, Pecco Bagnaia, akhirnya memberikan respons langsung melalui media sosial setelah mengalami kecelakaan hebat dalam sesi sprint MotoGP Qatar. Insiden horor yang terjadi pada putaran pembuka hari Sabtu tersebut mengakibatkan sang juara dunia dua kali menderita patah tulang pada kaki kanannya. Tabrakan bermula ketika pembalap Gresini, Fermin Aldeguer, melakukan kesalahan pengereman di tikungan terakhir saat sedang terlibat duel sengit dengan Pedro Acosta.

Akibat manuver tersebut, motor yang dikendarai Fermin Aldeguer menghantam bagian belakang mesin Ducati Desmosedici milik Pecco Bagnaia. Benturan keras ini langsung melemparkan pembalap asal Italia tersebut ke udara dalam sebuah insiden kekerasan di lintasan yang memaksa pengawas balapan mengibarkan bendera merah untuk menghentikan sesi. Pecco Bagnaia kemudian harus dievakuasi menggunakan ambulans dan ditandu oleh para petugas marshal sebelum dilarikan ke rumah sakit setempat guna menjalani evaluasi medis lanjutan atas cedera patah tulang kaki kanannya.

Dampak langsung dari insiden parah ini membuat Pecco Bagnaia dipastikan harus absen dari balapan utama Grand Prix Qatar pada hari Minggu. Hingga saat ini, pihak tim pabrikan Ducati maupun tim medis belum dapat memberikan kepastian apakah sang pembalap harus menjalani tindakan operasi untuk memulihkan kondisi tulang kakinya yang mengalami patah. Melalui sebuah unggahan pribadi di akun Instagram resminya, Pecco Bagnaia justru memilih untuk mengenang GP Qatar sebagai salah satu akhir pekan terbaik musim ini ketimbang terus meratapi insiden kecelakaan yang menimpanya.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam pernyataan tertulisnya kepada para penggemar, Pecco Bagnaia mengungkapkan rasa penyesalannya namun tetap berupaya menunjukkan ketegaran mental. Apa yang bisa saya katakan? Saya akan segera kembali kawan-kawan, tulis Pecco Bagnaia dalam pesan terbuka tersebut. Rasanya memang aneh untuk mengatakannya, tetapi Qatar sebenarnya telah menjadi salah satu akhir pekan terbaik musim ini bagi saya. Sayangnya, terkadang, tidak peduli seberapa keras Anda mencoba membalikkan keadaan, semuanya tetap tidak berjalan sesuai keinginan Anda. Dan tidak ada hal lain yang bisa Anda perbuat untuk mengubahnya.

Lebih lanjut, pembalap andalan Ducati ini menambahkan bahwa dirinya merasa sangat menyesal atas hasil akhir yang didapat, namun ia bersikeras ingin mengambil sisi positif dari rangkaian sesi di Losail. Saya sangat menyesal, tetapi saya ingin mengambil hal-hal positif dari akhir pekan ini, karena kita sudah terlalu lama menghabiskan waktu dengan rasa frustrasi. Terima kasih banyak atas semua pesan dukungan yang kalian kirimkan. Saya baik-baik saja, sambung Pecco Bagnaia dalam pesannya yang menyoroti betapa kompetitifnya performa awal akhir pekan tersebut.

Baca Juga Michelin Hadirkan Opsi Ban Baru di MotoGP Sepang

Sebelum insiden nahas di sesi sprint terjadi, Pecco Bagnaia sebenarnya tampil cukup menjanjikan sejak hari pertama. Ia berhasil langsung mengamankan tiket otomatis ke sesi kualifikasi Q2 pada latihan Jumat sore dan sukses mengamankan posisi start kelima di grid. Bahkan, pada tahap-tahap awal balapan sprint, ia sempat mendobrak barisan depan dan merangsek masuk ke posisi podium sebelum bencana di tikungan terakhir merusak segalanya. Performanya sempat memberikan secercah harapan di tengah musim 2026 yang diakuinya berjalan sangat sulit.

Hingga detik ini, manajemen Ducati belum memberikan pembaruan resmi lebih lanjut mengenai kondisi fisik maupun estimasi waktu pemulihan Pecco Bagnaia. Hal ini membuat kejelasan kapan sang pembalap bisa kembali turun ke atas lintasan masih menjadi tanda tanya besar. Musim balap 2026 sendiri menyisakan dua seri krusial setelah Grand Prix Qatar berakhir, dengan sirkuit Portimao di Portugal dijadwalkan menjadi tuan rumah berikutnya pada akhir pekan tanggal 20 hingga 22 November mendatang.

Rangkaian kejuaraan dunia akan ditutup dengan seri pamungkas di Valencia sepekan berselang, sebelum akhirnya Pecco Bagnaia dijadwalkan melakoni debut uji coba menunggangi motor Aprilia untuk pertama kalinya dalam tes pasca-musim di sirkuit Ricardo Tormo pada 1 Desember. Musim ini sendiri kerap digambarkan sang pembalap sebagai fase berat di mana ia hanya bisa menghitung hari hingga bisa memulai lembaran baru bersama pabrikan asal Noale tersebut.