Pandeglang, Nusantara Media – Gelombang keprihatinan masyarakat pasca-insiden kecelakaan yang melibatkan armada Bus Asli Prima mendapatkan respons konkret dari kalangan mahasiswa. Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (Forum BEM) Kabupaten Pandeglang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang, serta perwakilan manajemen PO Asli Prima.
Audiensi yang berlangsung di gedung DPRD Pandeglang ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan transportasi publik di daerah. Peristiwa kecelakaan bus yang menjadi perhatian publik baru-baru ini dijadikan momentum krusial bagi seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama demi merumuskan langkah perbaikan dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Dalam forum RDP tersebut, Forum BEM Pandeglang menyampaikan serangkaian pertanyaan kritis serta rekomendasi taktis. Beberapa isu utama yang menjadi sorotan mahasiswa meliputi ketegasan mekanisme pengawasan terhadap perusahaan otobus (PO), standar kelaikan armada angkutan umum yang beroperasi, hingga pembinaan bertahap dan berkala bagi para pengemudi.
Mahasiswa menilai keselamatan penumpang dan pengguna jalan adalah prioritas yang tidak dapat ditawar. Pengawasan ketat terhadap izin operasional dan kelaikan kendaraan harus sejalan dengan pembentukan mentalitas serta keterampilan sopir di jalan raya. Selain itu, BEM Pandeglang mendorong penguatan koordinasi antarinstansi agar fungsi pengawasan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi secara efektif di lapangan.
Tidak hanya menyasar aspek operasional armada angkutan umum, Forum BEM Pandeglang juga menyoroti kondisi fisik infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang yang dinilai berkontribusi terhadap tingkat risiko kecelakaan lalu lintas.
Dalam audiensi tersebut, BEM memaparkan sejumlah masalah infrastruktur yang memerlukan penanganan cepat dari pemerintah. Isu yang disuarakan antara lain:
Kondisi beberapa ruas jalan yang membutuhkan perbaikan dan pemeliharaan mendesak.
Minimnya ketersediaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di titik-titik rawan kecelakaan.
Keterbatasan rambu lalu lintas serta kelengkapan fasilitas keselamatan jalan lainnya yang berpotensi membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.
Tanggapan Instansi dan Komitmen Manajemen PO Asli Prima
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang memaparkan penjelasan mengenai batas tugas, fungsi, serta kewenangan yang dimiliki dalam tata kelola transportasi. Pihak Dishub juga menjelaskan skema koordinasi yang terus dijalankan bersama instansi terkait dalam upaya penanganan keselamatan lalu lintas di wilayah Pandeglang.
Sementara itu, perwakilan manajemen PO Asli Prima secara terbuka menyampaikan komitmennya untuk melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Pihak manajemen berjanji akan meningkatkan standar keselamatan operasional, melakukan pemeriksaan berkala pada unit bus, serta membenahi sistem pembinaan pengemudi sebagai langkah perbaikan nyata pascakejadian.
DPRD Kabupaten Pandeglang menyambut positif inisiatif yang dibawakan oleh Forum BEM Pandeglang. Pihak legislatif menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor—meliputi pemerintah daerah, operator angkutan, organisasi profesi, hingga masyarakat—dalam membangun sistem transportasi yang aman dan bertanggung jawab. DPRD menyatakan akan menindaklanjuti seluruh masukan yang berkembang dalam forum sesuai dengan fungsi pengawasan yang melekat pada lembaga legislatif.
Kawal Rekomendasi Hingga Jadi Policy Nyata
Koordinator Forum BEM Pandeglang, Komarudin, menegaskan bahwa audiensi ini tidak dirancang untuk saling menunjuk atau mencari pihak yang salah, melainkan sebagai wadah mendorong perbaikan sistemik secara mendasar.
"Audiensi ini bukan bertujuan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi sehingga masyarakat memperoleh jaminan keamanan yang lebih baik ketika menggunakan angkutan umum maupun saat melintas di jalan raya," tegas Komarudin.
Forum BEM Pandeglang berharap hasil dari RDP ini menjadi pijakan awal untuk memperkuat sinergi antarinstansi, memperketat pengawasan terhadap penyelenggaraan angkutan umum, serta mempercepat perbaikan infrastruktur keselamatan di Kabupaten Pandeglang. Organisasi mahasiswa ini berkomitmen untuk terus mengawal tindak lanjut hasil audiensi agar setiap rekomendasi yang disepakati dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan aksi nyata yang berdampak langsung bagi keselamatan masyarakat luas.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!