Formula 1, Nusantara Media - Oscar Piastri mengungkapkan bagaimana akhir musim 2025 yang ia sebut “menyakitkan” kini menjadi bahan bakar motivasi memasuki kampanye Formula 1 2026 yang akan dimulai di kandang sendiri, Albert Park, Melbourne.

Pembalap McLaren itu sempat difavoritkan menjadi juara dunia Australia pertama sejak 1980 setelah keluar dari Grand Prix Belanda dengan keunggulan 34 poin atas rekan setimnya, Lando Norris. Saat itu, Piastri telah mengoleksi tujuh kemenangan dan memimpin klasemen dengan momentum kuat.

Namun dalam sembilan grand prix tersisa, Piastri gagal meraih kemenangan tambahan. Ia hanya tiga kali naik podium, sementara perburuan gelarnya tergerus hingga akhirnya disalip oleh Norris yang keluar sebagai juara dunia, serta pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen.

- Advertisement -

Akhir musim tersebut menjadi pukulan berat bagi Piastri, mengingat konsistensi awal yang menjanjikan tidak berbuah gelar. Selama jeda musim dingin, pembalap berusia 25 tahun itu melakukan refleksi mendalam sebelum memasuki era regulasi baru 2026.

“Jelas saya tidak berada di sini hanya untuk dikenal sebagai orang baik atau seseorang yang menjalani segalanya dengan cara yang dianggap baik oleh orang lain. Saya di sini untuk menjadi juara dunia Formula 1,” ujar Piastri.

“Saya sangat bangga dengan cara saya menjalani musim lalu. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil, dan ya, akhirnya memang sedikit menyakitkan, yang bisa diperlakukan dengan dua cara.”

“Anda bisa membiarkannya menjatuhkan Anda, atau justru menggunakannya untuk menambah kepercayaan diri dan motivasi ke depan. Dengan regulasi yang sangat berbeda tahun ini, itu menjadi saluran yang sangat baik untuk menyalurkan motivasi yang saya dapatkan selama jeda musim.”

Regulasi 2026 yang menghadirkan perubahan besar pada aerodinamika dan power unit membuka babak baru bagi seluruh tim. Bagi Piastri, perubahan tersebut menjadi peluang untuk memulai ulang perburuan gelar dengan fondasi yang diperkuat oleh pengalaman pahit musim lalu.

Grand Prix Australia sendiri menyimpan kenangan campur aduk bagi Piastri. Pada edisi 2025, ia sempat terlibat duel ketat dengan Norris dalam kondisi lintasan basah sebelum keduanya melebar di titik yang sama. Norris mampu bertahan, sementara Piastri tergelincir ke area rumput dan hampir terjebak sebelum akhirnya kembali ke lintasan dan finis kesembilan.

Insiden tersebut menjadi salah satu momen krusial dalam konteks perburuan gelar, karena kehilangan poin signifikan di kandang sendiri berdampak pada akumulasi akhir musim.

Menatap akhir pekan di Melbourne, Piastri menyampaikan harapannya dengan nada optimistis.

“Semoga hasilnya sedikit lebih baik dibanding tahun lalu. Itu akan menyenangkan,” katanya sambil tersenyum.

Ia juga menyoroti dukungan publik yang meningkat dalam 12 bulan terakhir.

“Bagi saya, dukungan yang saya dapatkan selama 12 bulan terakhir, khususnya di Australia, sangat luar biasa. Akan sangat menyenangkan untuk kembali balapan di rumah sendiri.”

Dengan momentum baru, dukungan publik tuan rumah, dan pelajaran berharga dari musim sebelumnya, Piastri memasuki Formula 1 2026 dengan ambisi jelas: mengonversi potensi menjadi gelar juara dunia.