Lando Norris, pembalap McLaren yang juga juara bertahan Formula 1, melontarkan candaan sinis terkait peluangnya mempertahankan gelar. Ia berharap tim Mercedes mengalami nasib serupa seperti yang menimpa McLaren musim lalu, yakni diskualifikasi ganda di Las Vegas dan kelalaian strategi di Qatar. Pernyataan ini disampaikan usai meraih pole position untuk Grand Prix Belanda.

Menjelang seri ke-11 musim ini, Norris tertinggal jauh di klasemen, duduk di posisi kelima dengan 112 poin, sementara pemimpin klasemen Kimi Antonelli mengoleksi 224 poin. Situasi ini kontras dengan musim lalu di titik yang sama, di mana ia berada di posisi kedua di belakang rekan setimnya, Oscar Piastri, yang saat itu tengah dalam performa impresif dengan lima kemenangan.

Pada 2025, Lando Norris dan Oscar Piastri mengalami mimpi buruk di Las Vegas dan Qatar. Di Las Vegas, keduanya didiskualifikasi karena keausan pelat lantai yang berlebihan setelah finis kedua dan keempat. Pekan berikutnya di Qatar, mereka kehilangan peluang karena kesalahan strategi pit stop, yang membuat Norris kehilangan keunggulan besar dan hampir tersalip oleh Max Verstappen di akhir musim.

- Advertisement -
Advertisement

Norris pun bercanda, "Saya berharap Mercedes mendapatkan diskualifikasi ganda di Vegas seperti kami, dan memutuskan untuk tidak pit di Qatar demi pit stop gratis. Selama mereka melakukan kesalahan yang sama, mungkin akan semudah itu." Namun, ia juga menegaskan bahwa setiap musim berbeda dan ia tetap optimistis meski sadar timnya masih tertinggal dalam beberapa hal.

Baca Juga Lawson Dapat Panggilan Red Bull di GP Belanda, Hadjar Cedera

"Saya masih percaya ini mungkin," ujarnya. "Ini masih jalan yang panjang, dan saya senang dengan apa yang saya dapatkan saat ini." Pernyataan ini mencerminkan tekad juara bertahan untuk tidak menyerah, meski harus mengakui dominasi Mercedes musim ini menjadi tantangan besar.

Analisis menunjukkan bahwa McLaren harus segera menemukan konsistensi jika ingin bersaing, mengingat gap poin yang sangat besar. Namun, sejarah F1 mengajarkan bahwa kejuaraan bisa berubah drastis dalam beberapa seri, dan Norris tampaknya mengandalkan faktor ketidakpastian tersebut.