Lando Norris mendinginkan suasana setelah komentar radionya yang memanas saat GP Italia Formula 1. Pembalap McLaren itu sempat mengeluh kepada tim bahwa Oscar Piastri mendorongnya keluar trek, namun setelah balapan usai, ia mengakui bahwa pertarungan dengan rekan setimnya itu sudah 'fair'.

Momen krusial terjadi di lap 48 ketika Lando Norris berhasil melewati Oscar Piastri untuk memperebutkan posisi keempat. Namun, Piastri segera merebut kembali posisinya di lap berikutnya. Norris mencoba lagi tiga lap kemudian di chicane kedua Monza, tetapi Piastri menutup ruang di sisi dalam. Norris yang nekat mencoba di sisi kiri akhirnya keluar trek dan dua rodanya menyentuh rumput, memicu komplain spontan di radio.

"Tidak, itu tidak masalah," kata Norris seusai balapan. "Aku masih perlu meninjau ulang, tapi kupikir itu hanya persepsi saat berada di dalam mobil, ketika seseorang sedikit membuka celah lalu menutupnya. Kamu mendapat persepsi seperti itu saat melaju 200 mil per jam. Tapi menurutku apa yang dia lakukan sudah fair. Itu hanya emosi sesaat saat setengah di rumput dan menyadari betapa cepatnya semuanya bisa berakhir buruk."

- Advertisement -
Advertisement

Pertarungan internal McLaren berlanjut hingga lap terakhir. Tim memberi instruksi agar kedua pembalap menjaga 'balapan bersih'. Norris yang berada di belakang Piastri memanfaatkan slipstream untuk menghemat baterai, lalu melancarkan serangan tepat di tikungan Variante Ascari. Ia berhasil melewati Piastri dan bertahan hingga garis finis, meski Piastri sempat mencoba membalas di trek lurus terakhir namun harus mengoreksi selip besar di Parabolica dan puas di posisi kelima.

Baca Juga Szafnauer Buka Pintu Comeback F1, tapi Tak Ingin Kembali Jadi Team Principal

"Itu pertarungan yang bagus," ujar Piastri. "Banyak aksi bolak-balik dan di lap terakhir, kita tidak pernah tahu harus berbuat apa dengan energi. Kami mengambil strategi berbeda dan dia berhasil lewat. Aku pikir aku punya kesempatan untuk merebutnya kembali, tapi sayangnya tidak cukup."

Hasil ini membuat McLaren kembali menunjukkan dominasi mereka di musim 2025, dengan Norris dan Piastri bersaing ketat di puncak klasemen. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa persaingan internal yang sehat adalah kunci kekuatan tim.