Peta persaingan menuju kejuaraan balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, selalu menyimpan cerita di balik layar yang menarik untuk dibahas. Juara bertahan World Superbike (WorldSBK) Nicolo Bulega baru-baru ini membuka suara mengenai perjalanan bursa transfernya yang penuh dinamika sebelum akhirnya memutuskan masa depannya di kelas utama untuk musim 2027 mendatang. Pembalap asal Italia tersebut secara terbuka mengakui bahwa dirinya sempat memiliki peluang nyata yang sangat kuat untuk bergabung dengan pabrikan asal Austria, KTM, sebelum akhirnya mantap meneken kontrak bersama skuad pabrikan Borgo Panigale.

Sebelum keputusan besar tersebut diambil, dinamika bursa transfer pebalap memang berada dalam situasi yang cukup cair. Sejumlah nama besar menjadi penentu utama pergerakan kursi balap, yang kemudian memaksa para pesaing lain untuk menunggu kejelasan posisi mereka masing-masing. Dalam sebuah wawancara mendalam bersama media spesifik motorsport, Bulega membeberkan bahwa opsi untuk mengenakan seragam oranye milik KTM merupakan salah satu skenario paling nyata yang berada di atas meja perundingannya saat itu. Manajernya bahkan telah melakukan pertemuan intensif dengan para petinggi penting pabrikan tersebut untuk membahas potensi kerja sama jangka panjang di masa depan.

Selain ketertarikan dari kubu Austria, nama Bulega sempat pula dikaitkan dengan potensi kepindahan ke kubu satelit Aprilia melalui struktur Trackhouse. Kendati demikian, peluang tersebut dinilai tidak sebesar opsi yang ditawarkan oleh KTM. Di sisi lain, sang juara dunia baru ini tidak pernah menyembunyikan niat utamanya sejak awal, yakni untuk tetap berada di dalam keluarga besar Ducati. Hubungan emosional dan profesional yang terjalin erat sejak kepindahannya pada tahun 2022 di ajang Supersport hingga promosi langsung ke tim pabrikan Superbike menjadi fondasi yang sangat kuat bagi loyalitasnya terhadap jenama asal Italia tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Perjalanan karier Bulega bersama Ducati sendiri telah membuahkan hasil manis berupa deretan kemenangan bergengsi dan puncaknya adalah keberhasilan merengkuh gelar juara dunia WorldSBK musim lalu yang mendominasi jalannya kompetisi. Baginya, melanjutkan petualangan bersama motor Desmosedici adalah impian terbesar yang akhirnya menjadi kenyataan setelah melalui proses negosiasi yang alot di tengah ketatnya bursa transfer. Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi liar mengenai masa depannya di kancah balap internasional dan membuka lembaran baru yang sangat dinantikan oleh para pecinta balap motor roda dua di seluruh dunia.

"Kami harus menunggu para pebalap paling penting, mereka yang berada di pusat bursa transfer, untuk melakukan pergerakan mereka," ujar Bulega menjelaskan situasi rumit yang dihadapinya saat itu. "Kemungkinan untuk bergabung dengan KTM memang ada, dan itu mungkin adalah opsi yang paling konkrit. Manajer saya telah bertemu dengan beberapa petinggi. Ada juga kemungkinan, meskipun mungkin lebih terbatas, dengan Aprilia. Namun, saya selalu mengatakan bahwa saya ingin terus melanjutkan bersama Ducati."

Baca Juga Bezzecchi Tercepat di Warm-up MotoGP Austria, Binder dan Acosta Crash

Lebih lanjut, pembalap berbakat ini mengenang kembali bagaimana pabrikan Italia tersebut memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk langsung berlaga di kelas Superbike bersama tim pabrikan utama. Kepercayaan tersebut dibayar lunas dengan penampilan impresif di setiap seri balapan hingga berbuah manis berupa titel juara dunia yang menjadi pencapaian tertinggi dalam karier balap profesionalnya sejauh ini. Tantangan baru kini sudah menanti di depan mata, di mana ia dijadwalkan akan bertandem dengan Fermin Aldeguer di dalam struktur skuad VR46 Ducati pada musim balap mendatang.

Menyongsong debutnya di kelas para raja, beberapa rival di lintasan sudah mulai mewanti-wanti potensi ancaman besar yang bisa dihadirkan oleh sang juara Superbike tersebut, terutama pada seri-seri awal musim berkat pengalamannya yang mendalam dalam memimpin program pengujian mesin 850cc serta penguasaan karakter ban Pirelli. Kendati demikian, Bulega memilih untuk tetap merendah dan fokus menuntaskan seri terakhirnya di WorldSBK akhir pekan ini di Sirkuit Jerez sebelum benar-benar melangkah penuh menyongsong tantangan barunya di pentas MotoGP.