MotoGP masih berupaya untuk tetap menggelar Grand Prix Qatar pada November mendatang, meskipun laporan tentang pembatalan semakin kuat. Wakil CEO baru MotoGP, Carlos Ezpeleta, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah Qatar untuk mewujudkan balapan tersebut.
GP Qatar awalnya dijadwalkan pada April sebagai seri keempat kalender 2026, namun dipindahkan ke awal November akibat perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik yang belum juga mereda membuat banyak pihak meragukan MotoGP mampu balapan di Qatar tahun ini.
Ketidakpastian ini diperkuat dengan keputusan FIA WEC yang membatalkan putaran Qatar dan Bahrain, sementara Formula 1 memindahkan GP Bahrain ke Malaysia. Namun, Ezpeleta menegaskan bahwa mereka masih berusaha.
“Kami terus bekerja dan berbicara dengan pemerintah Qatar. Kami tahu beberapa ajang telah dikonfirmasi di kawasan itu akhir-akhir ini, dan kami terus mencoba untuk bisa pergi ke Qatar. Keputusan ini ingin kami ambil sebelum dimulainya tur Asia [pada Oktober],” kata Ezpeleta di GP Aragon, Jumat.
Menurut laporan The Race, MotoGP kemungkinan akan membatalkan GP Qatar tanpa pengganti, sehingga kalender menyusut menjadi 21 seri. Secara kontrak, hal ini tidak akan menimbulkan masalah dengan mitra penyiaran. Namun, pembatalan ini berdampak pada jadwal seri Portugal dan Valencia yang sempat mundur satu pekan.
Baca Juga Enea Bastianini Tunjukkan Progres dengan KTM di MotoGP Le Mans 2025Pembalap Pecco Bagnaia sebelumnya meminta agar jadwal tersebut dimajukan kembali jika Qatar batal, sebuah permintaan yang ia sampaikan saat GP Inggris. Keputusan akhir diharapkan segera diumumkan untuk memberi kejelasan bagi tim dan pembalap.
Ezpeleta juga mengungkapkan bahwa kalender 2027 hampir selesai, dengan dua seri baru yang akan diumumkan, termasuk Adelaide. “Kami sangat antusias dan yakin semua orang akan menikmatinya,” ujarnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!