Juan Pablo Montoya, mantan pembalap Formula 1, menilai keputusan strategi Mercedes di Grand Prix Italia menjadi biang keladi kegagalan George Russell meraih kemenangan. Menurutnya, tim asal Brackley itu seharusnya melakukan double-stack saat periode Virtual Safety Car (VSC) berlangsung, alih-alih hanya memanggil Kimi Antonelli ke pit.
Momen krusial terjadi di tengah balapan, ketika George Russell memimpin jalannya lomba. Saat VSC keluar, Mercedes memutuskan untuk hanya memasukkan Antonelli, yang start dari posisi ke-19. Keputusan itu membuat pembalap Italia tersebut mampu melewati rekan setimnya dan akhirnya finis terdepan, menjadi pemenang pertama dari Italia di Monza sejak 1966.
Dalam analisisnya di F1 TV, Montoya dengan tegas menyebut Russell seharusnya mendapat prioritas. "Dia memimpin dan seharusnya mendapat prioritas pit stop. Ketika VSC datang, lebih cepat untuk berhenti daripada tetap di lintasan. Mereka seharusnya menghentikannya, melakukan double-stack, dan dia seharusnya keluar di depan Antonelli," ujarnya.
Montoya, yang dikenal sebagai pembalap agresif di era aktifnya, menambahkan bahwa meski Antonelli mungkin tetap bisa mengejar dan menang, keputusan itu setidaknya akan menciptakan pertarungan sengit hingga akhir. "Saya tidak mengatakan Antonelli tidak akan menang, tapi akan ada pertarungan ketat seperti yang kita lihat sebelumnya. Itu akan menjadi balapan yang keren untuk kami semua," tuturnya.
Baca Juga Brundle Kukuh: Hamilton yang Salah di Tabrakan Ferrari MonzaSementara itu, kepala tim Mercedes, Toto Wolff, membantah adanya favoritisme terhadap Antonelli. Ia menjelaskan bahwa strategi dua pit stop yang dipilih Antonelli adalah yang terbaik, meski tim awalnya tidak memperkirakannya. "Strategi dua stop adalah yang terbaik tapi kami tidak mengira demikian, jadi itu bagus untuknya," kata Wolff kepada Sky Sports F1.
Wolff juga menegaskan tidak ada opsi lain bagi Russell. "George menggunakan ban hard dan kami perlu menjalankan satu stop, jadi tidak ada peluang," jelasnya. Namun, kritik Montoya menambah polemik mengenai bagaimana Mercedes mengelola kedua pembalapnya di tengah persaingan ketat musim ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!