Tim Mercedes saat ini semakin dekat dengan momen sejarah besar dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1. Di bawah kepemimpinan operasional yang solid sepanjang musim, skuad asal Brackley ini bersiap mengantar Andrea Kimi Antonelli untuk mencatatkan namanya sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah ajang balap bergengsi ini, sekaligus mengamankan kembali mahkota juara dunia Konstruktor yang terakhir kali mereka rasakan pada musim 2021 silam.
Namun, ironisnya, di tengah ambisi besar menyambut kepastian matematis gelar juara tersebut, atmosfer di dalam garasi skuad panah perak justru diwarnai oleh kecemasan mendalam menatap tantangan kompetisi tahun depan. Paket pembaruan teknis terbaru yang diaplikasikan pada sasis andalan mereka, W17, belakangan ini justru memicu polemik internal setelah dikeluhkan oleh para pembalap utama tim dalam beberapa seri beruntun mulai dari Sepang hingga Sirkuit Marina Bay.
Permasalahan performa tersebut kian terlihat nyata tatkala sesi latihan bebas pertama di Singapura berlangsung. Kedua pembalap andalan skuad pabrikan Jerman itu harus rela tercecer di belakang rival-rival utama mereka, tertinggal di belakang rombongan kompetitif yang diisi oleh perwakilan Ferrari, Red Bull, serta McLaren. Kendati catatan waktu di sesi latihan Jumat pagi kerap kali tidak mencerminkan peta kekuatan sesungguhnya, aspek kendali dan rasa percaya diri di kokpit menjadi sorotan utama yang mengkhawatirkan.
Situasi pelik ini akhirnya diakui secara terbuka oleh petinggi tinggi tim, Toto Wolff, saat memberikan keterangan resmi kepada media usai jalannya sesi latihan bebas rampung. Manajer asal Austria itu secara blak-blakan menyoroti penurunan karakteristik handling mobil yang drastis dibandingkan spesifikasi awal musim yang dinilai jauh lebih konsisten dan mudah dikendalikan oleh para awak mudanya di atas lintasan.
Dalam komentarnya, Wolff menjelaskan secara rinci problem teknis yang sedang melanda armadanya. Berdasarkan analisis awal tim teknik, mobil justru kehilangan kestabilan fundamental setelah komponen upgrade terakhir dipasang ke atas bodi kendaraan. Karakteristik aerodinamika dan mekanis berubah drastis menjadi sulit dijinakkan di berbagai tikungan cepat maupun lambat.
Baca Juga Ferrari Ungkap Baju Balap Spesial untuk F1 GP AS"Quello che vediamo e che la macchina prima dell’aggiornamento che abbiamo introdotto era una macchina molto stabile, veloce – naturalmente un po’ meno veloce delle altre perche l’ultimo aggiornamento che avevamo fatto era stato a Montreal – ma quando abbiamo portato l’ultimo upgrade (la macchina) e cambiata totalmente. Ora la macchina e nervosa sul freno, in alcune curve a sottosterzo, in altre a sovrasterzo e c’e qualcosa che non va. Per questo e meglio se lo proviamo a capire oggi, durante questo campionato, e non il prossimo febbraio. Ma abbiamo sbagliato e non capiamo ancora dove," ujar Toto Wolff mengungkapkan kebingungannya di hadapan para jurnalis.
Pernyataan bernada instrospeksi tinggi dari sang prinsipal tim tersebut tentu menyisakan tanda tanya besar sekaligus alarm peringatan dini bagi markas utama teknik di Brackley. Kegagalan mendiagnosis sumber masalah secara cepat dikhawatirkan dapat terbawa hingga fase pengembangan mobil musim depan, di mana regulasi ketat menuntut kesempurnaan teknis sejak tes pramusim pertama dimulai pada bulan Februari mendatang.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!