Allan McNish, direktur balap Audi, angkat bicara soal kualitas yang membuat Gabriel Bortoleto layak diperhitungkan di Formula 1. Bukan cuma kecepatan mentahnya, melainkan juga kematangan mental dan cara analitisnya dalam membangun ritme balap.

Bortoleto, yang merupakan juara beruntun Formula 3 dan Formula 2, memulai debutnya di F1 tahun lalu bersama tim asal Hinwil yang saat itu masih bernama Sauber. Setelah musim 2025 yang berat—di mana ia kalah telak dari rekan setim seniornya, Nico Hulkenberg, dengan skor 51-19—kini di jeda musim panas 2026, Bortoleto unggul 10-2. Performa terbaiknya mungkin terjadi di Spa-Francorchamps, sirkuit yang diprediksi bakal jadi titik lemah bagi pabrikan mesin baru Audi. Ia finis kedelapan yang impresif setelah start dari posisi kesembilan.

McNish, yang juga mantan pembalap Le Mans, menyoroti kemampuan Bortoleto dalam menganalisis gaya balapnya sendiri. "Dia sangat analitis dalam cara dia mengemudi dan membangun kecepatan. Itu terlihat dari caranya berkembang sepanjang tahun ini, juga di sesi kualifikasi seperti di Spa," ujarnya kepada Motorsport.com.

- Advertisement -

Salah satu momen yang paling melekat di ingatan McNish adalah saat Bortoleto menghadapi tekanan di ajang Formula 2 musim lalu. Saat memimpin balapan di Qatar, ia terpaksa masuk pit dan keluar lagi saat pit lane ditutup akibat safety car. Karena melewati garis putih, ia terkena penalti lima detik. Namun, cara ia menenangkan diri dan melanjutkan balapan hingga finis pertama—meski akhirnya turun ke posisi ketiga—menunjukkan ketenangan jiwa yang luar biasa.

"Ketika kamu punya ketenangan mental seperti itu, ditambah kecepatan alami dan cara analitis untuk mengeksekusinya, itu memberimu banyak potensi. Dan sekarang dia mulai tumbuh dengan pengalaman untuk mewujudkannya," jelas McNish. Ia juga memuji kepribadian Bortoleto di luar lintasan yang positif dan ramah, menciptakan keseimbangan yang baik dengan Hulkenberg yang lebih berpengalaman.

Soal etos kerja, McNish tak ragu. "Dia pekerja keras. Kalau ada sesi sim pada 2 Januari, dia pasti ada di sim dan bekerja dengan Jose, insinyurnya. Kami butuh pembalap seperti itu, yang mendorong kami dan siap mendukung saat dibutuhkan," pungkasnya.