Pembalap andalan Red Bull, Max Verstappen, melontarkan kritik tajam terhadap aturan rompi pendingin pembalap Formula 1 yang baru saja diterapkan oleh FIA. Menurut sang juara dunia bertahan, perangkat pengatur suhu tubuh tersebut tidak pernah mampu bertahan dalam jarak balapan penuh selama satu setengah jam, sekaligus membatasi ruang gerak pembalap di kokpit akibat kabel-kabel yang dinilai mengganggu.

Situasi pelik ini mencuat menjelang Grand Prix Singapura yang resmi dinyatakan sebagai ajang bahaya panas atau heat hazard event. Dengan prakiraan suhu lintasan yang diprediksi melewati angka 31 derajat Celsius, FIA memberikan izin kepada tim-tim peserta untuk memasang sistem pompa cairan dingin yang dialirkan melalui rompi khusus yang dikenakan oleh para pembalap selama perlombaan berlangsung di sirkuit jalan raya Marina Bay.

Meskipun penggunaan perangkat tersebut bersifat opsional, aturan ketat tetap diberlakukan bagi pembalap yang memilih untuk melewatkannya. Mereka diwajibkan membawa beban tambahan atau ballast guna memastikan tidak ada keuntungan bobot mobil yang diperoleh, sebuah mandat teknis yang dirancang untuk menjaga keadilan kompetitif di antara seluruh kontestan grid musim ini.

- Advertisement -
Advertisement

Sikap keras kepala langsung ditunjukkan oleh Verstappen yang memastikan dirinya bakal turun tanpa menggunakan alat bantu pendingin tersebut. Dalam pernyataannya jelang akhir pekan balapan, pembalap asal Belanda itu menegaskan bahwa kondisi panas di Singapura bukanlah sebuah halangan ekstrem yang memerlukan intervensi teknologi semacam itu di dalam kokpit mobil balapnya.

“Bagi saya, itu tidak diperlukan,” ujar Verstappen. “Ya, memang panas, tetapi ini bukan sauna. Dan dengan rompi pendingin ini, Anda memiliki kabel-kabel bodoh di dalam mobil, sehingga itu justru membatasi pergerakan Anda juga. Perangkat itu toh tidak berfungsi selama satu setengah tahun, eh satu setengah jam. Saya tidak pernah mendapati alat di kategori balap mana pun yang berfungsi selama satu setengah jam penuh.”

Baca Juga Piastri Tak Buru-Buru Perpanjang Kontrak Usai Norris Bertahan di McLaren

Kritik yang lebih keras bahkan dilontarkan oleh rekan setimnya, Isack Hadjar, yang mendesak agar perangkat kontroversial tersebut dilarang sepenuhnya dari kejuaraan dunia Formula 1. Di sisi lain, para pembalap yang sempat mencoba menggunakan rompi pendingin ini mengakui adanya keterbatasan performa durabilitas alat di tengah siksaan fisik balapan GP Singapura yang terkenal sangat menguras tenaga dan cairan tubuh.

Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, mengungkapkan bahwa sistem tersebut bekerja cukup baik hanya untuk 15 hingga 20 putaran awal balapan. Setelah fase tersebut terlewati, cairan di dalam rompi kehilangan efek dinginnya, membuat pembalap merasakan suhu panas yang sama seperti ketika mereka tidak mengenakan perangkat pendingin sama sekali di dalam mobil.

“Lalu setelah itu, untuk sisa balapan berikutnya, Anda akan merasa cukup hangat, persis seperti saat Anda tidak mengenakan rompi pendingin,” tutur Leclerc, meski ia tetap mengakui bahwa ada manfaat nyata dalam menjaga performa fisik di paruh awal lomba.