Juara dunia Formula 1 empat kali, Max Verstappen, bersiap untuk mencatatkan debut yang sangat dinantikan dalam ajang balap ketahanan mobil GT paling bergengsi di Benua Biru, GT World Challenge Europe, pada akhir pekan ini di Sirkuit Portimao, Portugal. Langkah besar ini diambil setelah ia menunjukkan performa yang luar biasa di lintasan legendaris Nurburgring Nordschleife beberapa waktu lalu, di mana ia hampir saja meraih kemenangan overall pada debutnya di ajang Nurburgring 24 Hours sebelum akhirnya harus kandas akibat masalah teknis yang tidak terduga pada kendaraan.

Keputusan pembalap andalan Red Bull ini untuk turun gunung di ajang GTWC Europe tidak lepas dari absennya sejumlah pembalap reguler tim Verstappen Racing. Daniel Juncadella dan Jules Gounon harus membagi fokus karena mereka harus berkompetisi dalam balapan World Endurance Championship di Barcelona, yang dijadwalkan ulang sebagai pengganti dari ajang 6 Hours of Qatar yang terpaksa dibatalkan. Dalam ajang tersebut, Juncadella turun membela pabrikan Genesis di kelas Hypercar, sementara Gounon mengemban tugas penting bersama tim Alpine.

Untuk menghadapi ketatnya persaingan di Portimao, Verstappen dipastikan akan berada di balik kemudi mobil Mercedes-AMG GT3 bernomor lambung 3. Ia tidak akan sendirian, melainkan harus berbagi kokpit dengan rekan setimnya di kancah balap simulator sekaligus pembalap reguler Chris Lulham, serta kehadiran pembalap profesional GT yang sangat berpengalaman, Ben Barnicoat, yang masuk sebagai pengganti darurat untuk memperkuat skuad.

- Advertisement -
Advertisement

Ajang GT World Challenge Europe sendiri merupakan kejuaraan yang diselenggarakan secara profesional oleh SRO Motorsports Group dan diakui secara luas sebagai puncak dari pertarungan mobil GT3 di seluruh dunia. Kejuaraan akbar ini terbagi menjadi dua kategori utama, yakni Sprint Cup yang menyajikan dua balapan berdurasi 60 menit penuh aksi dalam satu akhir pekan, serta Endurance Cup yang menguji daya tahan fisik dan mesin melalui balapan berdurasi tiga jam, enam jam, hingga maraton 24 jam penuh.

Meskipun kejuaraan seperti DTM dan kelas GTD Pro di IMSA SportsCar Championship menawarkan tensi persaingan yang luar biasa ketat, banyak bos tim balap internasional memandang GTWC Europe Endurance Cup sebagai medan pertempuran GT3 paling keras di dunia. Pasalnya, ada sekitar 20 mobil berbeda yang memiliki peluang realistis untuk memperebutkan kemenangan overall dalam grid yang biasanya dipadati oleh 50 hingga 60 peserta dari berbagai pabrikan ternama dunia.

Baca Juga Vettel Terharu Tribute Schumacher di Monza: 'Aku Merasakannya'

Grid balapan dibagi secara ketat ke dalam empat kelas berdasarkan kategorisasi resmi pembalap dari FIA, yaitu Pro, Gold, Silver, dan Bronze. Max Verstappen dipastikan akan langsung turun di kasta tertinggi kelas Pro, menghadapi para pembalap pabrikan elit dunia. Sementara itu, mobil-mobil dari kelas Gold sesekali mampu memberikan kejutan dan menantang barisan terdepan kelas Pro, sedangkan tim non-Pro umumnya lebih memilih untuk fokus memburu kehormatan di kelas masing-masing.

Deretan pabrikan elit dunia turut ambil bagian dalam kejuaraan ini dengan menggunakan mesin-mesin homologasi GT3 yang dikembangkan langsung dari mobil sport jalanan. Mulai dari Mercedes-AMG GT3 Evo, BMW M4 GT3 Evo, Porsche 911 GT3 R, Ferrari 296 GT3, Audi R8 LMS GT3, Aston Martin Vantage GT3, Lamborghini Huracan GT3 Evo2, McLaren 720S GT3 Evo, hingga Ford Mustang GT3, semuanya siap saling jegal di atas lintasan balap.