Formula 1, Nusantara Media - Juara dunia empat kali Max Verstappen mengungkapkan bahwa masa depannya di Formula 1 masih sulit diprediksi, meski ia berharap dapat bertahan dalam jangka panjang di kejuaraan tersebut.

Pernyataan ini muncul setelah pengalaman awal Verstappen dengan mobil generasi 2026 yang menggunakan distribusi tenaga 50:50 antara mesin pembakaran internal dan sistem listrik. Dalam uji coba pramusim di Bahrain, pembalap Red Bull Racing itu secara terbuka mengkritik karakter mobil baru yang dinilainya kurang sesuai dengan esensi balap Formula 1.

Meskipun mengapresiasi arah pengembangan timnya melalui proyek Red Bull Powertrains dan mobil RB22, Verstappen tetap mempertahankan kritiknya terhadap regulasi baru yang menurutnya membuat balapan terasa kurang alami.

- Advertisement -

“Jika Anda terbiasa mengemudi di batas maksimal, sekarang itu tidak selalu menjadi hal terbaik. Anda harus beradaptasi,” ujar Verstappen.

“Itu bukan masalah. Anda tentu bisa beradaptasi jika cukup cerdas. Tapi apakah itu menyenangkan? Tidak.”

Verstappen menegaskan bahwa motivasinya di Formula 1 tidak semata ditentukan oleh hasil, melainkan oleh tingkat kesenangan dalam berkendara. Ia menilai faktor tersebut krusial dalam menjaga performa jangka panjang seorang pembalap.

“Pada akhirnya, ini harus tetap menyenangkan. Bahkan jika Anda adalah yang terbaik, Anda harus menikmati apa yang Anda lakukan. Jika tidak, itu tidak akan bertahan lama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Verstappen juga menyinggung ketertarikannya pada ajang lain seperti Nürburgring 24 Hours, yang menurutnya masih menawarkan pengalaman balap flat-out yang lebih murni dibandingkan kondisi saat ini di Formula 1.

Menjelang Grand Prix Australia sebagai pembuka musim, Verstappen tetap berkomitmen menjalani musim bersama Red Bull. Namun, dengan kontrak yang masih berlaku hingga beberapa tahun ke depan, ia menegaskan bahwa arah kariernya tetap bergantung pada bagaimana evolusi regulasi dan pengalaman berkendara ke depan.

“Mudah-mudahan saya tetap di Formula 1 untuk waktu yang lama. Tapi itu selalu sulit untuk diperkirakan,” katanya.

Dengan dinamika regulasi baru dan tuntutan adaptasi yang tinggi, masa depan Verstappen di Formula 1 kini menjadi salah satu isu kunci yang akan terus dipantau sepanjang musim 2026.