Otmar Szafnauer, mantan prinsipal tim Formula 1, meyakini Max Verstappen masih terus berkembang dan belum mencapai puncak performanya, meski sudah mengoleksi empat gelar juara dunia. Pernyataan ini muncul dalam podcast High Performance Racing bersama pembawa acara Jake Humphrey dan mantan insinyur balap Ferrari, Rob Smedley.

Dalam diskusi tersebut, Szafnauer diminta menyebut pembalap terbaik yang pernah bekerja sama dan yang pernah ia hadapi. Ia menobatkan Sebastian Vettel sebagai pembalap terbaik yang pernah ia tangani, sementara rival terberatnya adalah Michael Schumacher atau Lewis Hamilton. Namun, saat ditanya mengapa Verstappen tidak masuk dalam daftar itu, Szafnauer menjawab, "Saya pikir Max belum mencapai puncaknya. Saya yakin dia akan semakin baik."

Verstappen saat ini menempati posisi keenam klasemen pembalap dengan 109 poin, tertinggal 110 poin dari pemimpin klasemen Kimi Antonelli. Meski rumor mengaitkannya dengan pensiun atau pindah ke Mercedes maupun McLaren, pembalap asal Belanda itu menegaskan komitmennya kepada Red Bull Racing.

- Advertisement -
Advertisement

Kontrak barunya membuatnya bertahan di tim asal Milton Keynes hingga akhir 2030. Dalam sesi tanya jawab setelah pengumuman kontrak, Verstappen mengungkapkan harapannya untuk terus meraih kemenangan dan gelar bersama tim yang ia anggap seperti keluarga kedua.

"Ini seperti keluarga kedua bagi saya. Saya datang ke tim ini dengan harapan bisa memenangkan balapan, dan kami sudah meraih empat gelar bersama. Sekarang, kami bekerja lagi menuju tujuan itu. Itu sesuatu yang sangat menarik. Itulah mengapa saya merasa betah di sini," ujar Verstappen.

Baca Juga GP Australia Pastikan F1 2026 Tetap Berjalan

Ia pun menambahkan, "Saya sangat senang dengan perpanjangan kontrak ini. Semoga tim juga merasa demikian. Mudah-mudahan kami bisa terus bekerja sama dan mencoba kembali ke puncak."

Analisis ini menunjukkan bahwa meski Verstappen belum berada di puncak klasemen musim ini, potensi perkembangannya masih dianggap besar oleh para pengamat. Dengan dukungan penuh dari tim dan ambisi yang menyala, siapa yang berani meragukan bahwa ia akan kembali mendominasi?