Jorge Martin mengaku Aragon adalah salah satu trek terburuk bagi Aprilia, namun ia merasa timnya tetap dalam posisi yang baik setelah Marco Bezzecchi memecahkan rekor lap MotoGP pada Jumat lalu.

Sirkuit Aragon yang berlawanan arah jarum jam memang diprediksi cocok untuk Marc Marquez di atas Ducati, namun tata letaknya yang mengalir juga dianggap menguntungkan Aprilia. Ternyata, Bezzecchi justru menjadi yang tercepat di sesi latihan, mengungguli Alex dan Marc Marquez, sekaligus mencatatkan rekor lap baru.

Namun, performa Bezzecchi jauh di atas rekan setimnya. Raul Fernandez di posisi keenam tertinggal 0,5 detik, sementara Martin di posisi ketujuh terpaut 0,572 detik. Meski begitu, Martin punya pandangan berbeda soal kekuatan Aprilia di Aragon.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya tidak berpikir begitu," jawab Martin saat ditanya apakah Aragon cocok untuk Aprilia. "Saya pikir ini salah satu trek terburuk bagi kami, tapi kami masih bisa bertarung dekat dengan Ducati. Jadi, saya merasa kami di posisi yang bagus. Tentu saja, Ducati lain lebih kuat di sini, tapi ini salah satu trek terburuk kami."

Ini merupakan kunjungan pertama Martin ke Aragon bersama Aprilia, setelah tahun lalu ia absen karena cedera. Ia mengaku kesulitan memahami perubahan aspal sejak terakhir kali balapan di sini, serta merasakan penurunan grip besar pada ban depan.

Baca Juga Ducati vs Aprilia Jadi Sorotan Jelang MotoGP 2026

"Saya merasa lebih baik dari yang saya duga, tapi pasti ada pekerjaan yang harus dilakukan," ujarnya. "Saya masih kesulitan di trek ini dengan motor ini. Aspalnya banyak berubah sejak terakhir saya ke sini. Saya hanya mencoba beradaptasi dan berkembang di setiap sesi."

"Pada dasarnya, saya sangat kesulitan dengan ban depan. Saya merasa penurunan performa ban cukup besar setelah dua lap. Jadi, saya perlu memahami cara pengereman yang lebih baik dan mengurangi beban di bagian depan. Tapi saya pikir ini hal yang biasa terjadi pada Aprilia karena gaya balap saya. Jika kami bisa memperbaikinya, saya yakin kami bisa meningkatkan pace secara signifikan."

Martin menambahkan bahwa ban belakang juga mengalami penurunan, tapi lebih mudah dikelola. "Yang depan turun banyak setelah dua lap, lalu cukup stabil. Jadi, setidaknya dari cara saya berkendara hari ini, saya tidak bisa memacu terlalu keras. Saya perlu mencari cara untuk lebih agresif," pungkasnya.