Marc Marquez tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah finis kedua di sprint race MotoGP Austria. Pembalap Ducati itu mengaku kehilangan performa bukan karena motor, melainkan karena casing belakang spesial Michelin yang digunakan di Red Bull Ring. “Kami kesulitan. Kami sangat kesulitan di Thailand dan kesulitan lagi di sini. Kami tahu ini casing yang berbeda. Sama untuk semua pembalap dan ban bekerja dengan baik, tapi kami perlu memahami cara lebih baik dengan casing itu,” ujar Marquez.

Sejak FP1, semua pembalap Ducati memang tampak Struggle. Marquez yang biasanya mendominasi akhir pekan, kali ini harus mengakui kecepatan Aprilia dan KTM. Ia kalah dari Pedro Acosta di lap pembuka dan tertinggal lebih dari dua detik di paruh pertama balapan. Jorge Martin yang start dari posisi delapan juga dengan mudah melewatinya di lap 8. “Targetnya jelas, hanya mencoba finis di belakang Jorge karena Pedro dan Jorge lebih cepat dariku,” tambahnya.

Marc Marquez di sprint race Austria
Marc Marquez kesulitan menandingi kecepatan Aprilia dan KTM di Red Bull Ring.

Meski finis kedua, Marquez menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang naik podium. Alex Marquez finis kelima, di belakang Marco Bezzecchi dan Ai Ogura. Francesco Bagnaia hanya keenam, sementara Fermin Aldeguer dan Fabio di Giannantonio masing-masing finis kedelapan dan kesepuluh, bahkan kalah dari Johann Zarco dari LCR Honda. Ini menjadi pukulan telak bagi Ducati yang biasanya mendominasi.

- Advertisement -
Advertisement

Menurut Marquez, casing belakang Michelin yang lebih kaku – digunakan di Buriram, Goiania, Red Bull Ring, dan Mandalika – menjadi biang keladi. “Bagi saya, ya, karena kami tidak mengubah motor banyak dibanding balapan sebelumnya dan saya cepat; semua Ducati juga sangat cepat. Di sini, sejak FP1, semua Ducati kesulitan lebih dari biasanya,” jelasnya. Ia pun menegaskan bahwa faktor utama adalah ban, bukan setelan motor.

Baca Juga Fabio Di Giannantonio Akui Remehkan Crash MotoGP Brasil 2026

Duel Marquez dengan Martin menjadi salah satu momen menarik. Keduanya sempat bertarung ketat di tikungan pembuka. Marquez sempat menang, membuat Martin turun ke posisi delapan, tapi Martin bangkit dan membalas di lap 8. “Saya tahu Jorge akan kuat, tapi saya tidak menyangka akan secepat itu,” aku Marquez. Kini ia harus fokus untuk balapan utama hari Minggu dan berusaha menutup defisit poin dari Martin.

Dengan hasil ini, Jorge Martin semakin kokoh di puncak klasemen, sementara Marquez tertinggal tiga poin. Balapan utama di Red Bull Ring akan menjadi ujian berat bagi Ducati untuk bangkit. Apakah mereka bisa mengatasi masalah casing ini? Kita tunggu aksi Marquez dan rekan-rekannya di lintasan.