Akhir pekan ini, Marc Marquez kembali menghadapi sebuah tantangan unik sekaligus ujian mental yang belum pernah ia taklukkan sepanjang kariernya di Pertamina Mandalika International Circuit, yakni sekadar menyentuh garis finis dalam ajang Grand Prix Indonesia. Sirkuit yang terletak di pulau Lombok dengan panjang 4,3 kilometer dan memiliki 17 tikungan ini menyimpan memori kelam bagi pembalap asal Cervera tersebut sejak pertama kali masuk dalam kalender MotoGP pada tahun 2022.
Sejak kembali ke Indonesia, Sirkuit Mandalika telah melahirkan para pemenang berbeda dalam setiap penyelenggaraannya. Mulai dari Miguel Oliveira yang berjaya di tengah hujan lebat pada 2022, Francesco Bagnaia yang melakukan remontada luar biasa pada 2023, Jorge Martin pada 2024, hingga Fermin Aldeguer yang mencatatkan kemenangan perdananya di kelas utama pada 2025. Namun, di balik sejarah para pemenang tersebut, terdapat satu benang merah yang konsisten: Marquez tidak pernah sekalipun berhasil menuntaskan balapan utama di sirkuit ini.
Episode buruk bermula pada tahun 2022 ketika ia masih membela Repsol Honda. Akhir pekan tersebut berubah menjadi mimpi buruk setelah ia mengalami empat kali kecelakaan sepanjang sesi latihan hingga kualifikasi. Puncaknya terjadi pada sesi warm-up hari Minggu ketika ia mengalami highside hebat yang mengakibatkan gegar otak ringan. Keputusan untuk tidak turun balapan diambil demi keselamatan, yang kemudian terbukti krusial karena benturan keras tersebut memicu kambuhnya masalah diplopia atau penglihatan ganda, memaksanya absen di seri berikutnya di Argentina.
Harapan sempat membuncah ketika ia memutuskan hijrah ke Ducati bersama Gresini Racing pada tahun 2024. Meskipun sempat mengamankan podium ketiga pada sesi Sprint Race hari Sabtu, kesialan kembali menghantui pada balapan utama hari Minggu. Ketika sedang bertarung sengit di posisi kelima pada lap ke-12, masalah teknis pada mesin motornya secara tiba-tiba memaksa Marquez memarkir kendaraannya lebih awal dan kembali gagal mencatatkan hasil finis.
Baca Juga Bezzecchi Tercepat di Practice Aragon, Kalahkan Duo MarquezPuncak dari kutukan tersebut seolah mencapai titik tertingginya pada tahun 2025. Datang dengan status sebagai juara dunia baru usai memastikan gelar di Grand Prix Jepang, Marquez harus berhadapan dengan mitos bahwa sang juara bertahan sering kali bernasib sial di Mandalika. Memulai balapan dari posisi kesembilan setelah finis keenam di Sprint Race, asa Marquez langsung musnah pada tikungan pertama lap pembuka. Insiden kecelakaan yang melibatkan Marco Bezzecchi membuat pembalap Ducati itu terseret jatuh, yang berujung pada cedera patah tulang dan memperpanjang rekor buruknya di tanah Lombok.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!