Akhir pekan balap MotoGP di Sirkuit Phillip Island, Australia, harus ditutup dengan situasi yang tidak biasa bagi Marc Marquez. Setelah sebelumnya sukses meraih kemenangan dalam sesi Sprint, pembalap andalan pabrikan Ducati tersebut harus memendam peluang emas untuk memperlebar jarak dalam perburuan gelar juara dunia akibat pembatalan balapan utama Grand Prix Australia.

Keputusan pembatalan ini membuat Marquez tetap mengantongi 365 poin saat bersiap bertolak menuju Malaysia. Di posisi klasemen sementara, ia masih memimpin atas rival terdekatnya, Jorge Martin, yang berada di peringkat kedua dengan koleksi 355 poin, sementara Marco Bezzecchi menguntit di tempat ketiga dengan 315 angka. Situasi di klasemen sebenarnya sangat menguntungkan Marquez menyusul cedera yang dialami Martin.

Sebelum keputusan pembatalan resmi diumumkan, Martin dipastikan tidak dapat melanjutkan balapan akibat cedera lengan bawah yang dideritanya usai mengalami kecelakaan berat dalam sesi Sprint. Namun, alih-alih fokus pada keuntungan poin yang bisa diraihnya, Marquez justru menyoroti kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh para penonton yang telah memadati tribun sirkuit.

- Advertisement -
Advertisement

«Tentu saja saya merasa kasihan kepada semua penggemar di Phillip Island. Phillip Island tidak pantas mendapatkan balapan terakhir yang dibatalkan,» ungkap Marquez dengan nada kecewa mengomentari absennya balapan penutup yang digantikan oleh parade penghormatan di belakang mobil keselamatan atau safety car.

Secara teknis dan kondisi lintasan, peraih banyak gelar juara dunia tersebut menilai bahwa trek sebenarnya masih berada dalam batas aman untuk dilalui. Kendati demikian, ia memahami sepenuhnya bahwa faktor keselamatan medis menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar dalam ajang balap motor level grand prix.

Baca Juga Fernandez Kecam Taktik Bezzecchi Usai Insiden Mandalika

«Kondisi lintasan sebenarnya masih bisa diterima, tetapi helikopter penyelamat tidak dapat terbang. Demi alasan keamanan, semuanya terpaksa dibatalkan. Kami para pembalap sudah siap bertarung, tetapi tidak bisa melanjutkan. Terima kasih kepada semua penggemar yang terus mendukung MotoGP,» tegas pembalap asal Spanyol tersebut.

Seri di Phillip Island sendiri selalu menyimpan catatan emosional dan sejarah panjang dalam perjalanan karier gemilang Marquez di ajang balap motor grand prix. Mulai dari kemenangan perdananya di kelas 125cc bersama Derbi pada tahun 2010 hingga berbagai kejayaan di kelas utama pada musim-musim berikutnya, sirkuit tepi laut ini menjadi saksi bisu pasang surut performa sang bintang.