Juara dunia Marc Marquez membuka lembaran baru mengenai masa depannya di ajang MotoGP, mengakui bahwa kontrak berikutnya dengan Ducati berpotensi besar menjadi babak akhir dalam karier balap profesionalnya. Pembalap asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa dirinya akan pensiun sebagai manusia yang bebas, tanpa mempedulikan apakah ia akan meraih gelar juara tambahan di masa depan atau tidak.
Dinamika karier pembalap berusia 33 tahun ini memang bergerak dengan sangat cepat dalam beberapa musim terakhir. Setelah mendominasi musim 2025 untuk merengkuh gelar juara dunia ketujuhnya—enam tahun berselang dari mahkota sebelumnya—ia harus menghadapi ujian berat akibat cedera lengan kanan yang dialaminya dalam insiden kecelakaan di Indonesia menjelang akhir musim lalu.
Kecelakaan tersebut memaksa sang juara dunia untuk menjalani masa rehabilitasi yang panjang dan melelahkan. Kondisi fisik yang tidak lagi sama menuntutnya untuk beradaptasi dengan realitas baru di atas lintasan, terutama ketika membalap di sirkuit-sirkuit tertentu yang menuntut fisik secara maksimal. Pengalaman-pengalaman pahit ini mengubah perspektifnya secara drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ketika berbicara kepada media menjelang akhir pekan balap Grand Prix Australia, Marquez memberikan estimasi yang cukup mengejutkan mengenai masa depannya di balap motor Grand Prix. Kontrak terbarunya bersama pabrikan Borgo Panigale yang ditandatangani pada musim dingin lalu dan berlaku hingga akhir 2028 tampaknya menjadi durasi optimal yang ia pertimbangkan sebelum memutuskan gantung helm.
"Kali ini, sedikit lebih rumit untuk menjawab pertanyaan itu," ujar Marquez kepada Autosport. "Saya tidak tahu pasti, tetapi jika saya harus memperkirakannya, saya katakan ada kemungkinan 70 persen saya akan pensiun dalam waktu tiga tahun, dan 30 persen kemungkinan saya masih akan membalap."
Baca Juga Michele Pirro Ragu Maverick Vinales Cocok Jadi Test Rider DucatiPerjalanan luar biasa musim lalu, di mana ia mampu memangkas selisih 102 poin dari pimpinan klasemen hanya dalam tujuh balapan antara seri Italia dan San Marino, membuktikan bahwa daya juang dan ambisinya di lintasan sama sekali tidak pernah padam. Kendati demikian, pencapaian emosional merengkuh titel 2025 justru memberikannya ketenangan batin yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Gelar juara tersebut memberikan kedamaian mental yang membuatnya tidak lagi merasa terbebani oleh tekanan untuk selalu menang, sebuah perubahan besar dari karakternya di masa lalu. "Justru karena gelar tahun lalu, saya sekarang merasa tenang dan rileks. Itu juga menjelaskan mengapa, dalam balapan di mana saya tidak merasa sepenuhnya nyaman, saya bisa finis keenam atau ketujuh," jelas pembalap andalan Ducati tersebut.
Ia mengakui bahwa di masa lalu, menerima hasil finis di luar lima besar adalah sebuah hal yang mustahil untuk ia toleransi. Namun, kesuksesan melompati berbagai rintangan cedera parah telah mengajarkannya arti kedewasaan dalam berkompetisi, di mana ia kini menyadari bahwa tidak setiap hari ia bisa meraih kemenangan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!