Menjelang akhir pekan balap yang krusial di Sirkuit Phillip Island, Marc Marquez menegaskan tekadnya untuk meraih hasil maksimal. Pembalap andalan skuad pabrikan Borgo Panigale tersebut secara terbuka menyatakan ambisinya untuk mendekati perolehan 37 poin sempurna, meskipun ia menyadari bahwa karakteristik lintasan cepat di Australia ini sangat bersahabat dengan motor pabrikan saingan mereka, Aprilia.

Pertarungan memperebutkan gelar juara dunia MotoGP musim ini semakin memanas dan mengerucut menjadi pertarungan ketat. Marquez saat ini terlibat dalam duel sengit di papan atas klasemen melawan Jorge Martin, di mana hanya terpaut jarak dua poin saja dengan lima seri tersisa. Situasi ini menandai kebangkitan luar biasa sang juara bertahan, yang sempat tertinggal lebih dari 100 poin dan hampir mencoret namanya sendiri dari bursa perebutan gelar juara dunia beberapa waktu lalu.

Konsistensi luar biasa yang ditunjukkan oleh pembalap Spanyol tersebut menjadi kunci utama kebangkitannya. Ia berhasil mencatatkan lima kemenangan ganda dalam sepuluh akhir pekan balapan terakhir, sebuah pencapaian impresif yang sejauh ini hanya mampu disamai oleh Martin ketika berlaga di Le Mans pada bulan Mei silam. Catatan mentereng ini membuktikan bahwa adaptasinya dengan mesin Desmosedici telah mencapai titik optimal dan siap menghadapi tekanan di sisa musim.

- Advertisement -
Advertisement

Mengenai tantangan di Phillip Island, Marquez mengakui keunggulan rival utama mereka di tikungan-tikungan cepat, mengingat performa dominan motor Aprilia pada musim lalu di trek yang sama. Kendati demikian, ia tidak gentar dan berencana memaksimalkan keunggulan Desmosedici di tikungan ke kiri untuk meredam dominasi kecepatan tikungan milik pabrikan Noale tersebut sepanjang akhir pekan ini.

“Saya di sini untuk mendapatkan sedekat mungkin dengan 37 poin,” ujarnya dalam sesi konferensi pers hari Kamis. “Ini adalah trek yang saya sukai, salah satu favorit saya. Tapi memang benar tahun lalu Aprilia sudah sangat cepat di sini dan tahun ini mereka akan cepat juga. Jadi kami akan mencoba melihat apakah, di tikungan-tikungan kiri ini, kami dapat melawan titik kuat Aprilia, yaitu tikungan cepat, seperti yang telah kita lihat sepanjang tahun.”

Baca Juga Maverick Vinales Ungkap Alasan Finis Terakhir di Mandalika MotoGP

Lebih lanjut, Marquez berkaca pada hasil GP Indonesia di Mandalika sebagai bukti nyata bahwa Desmosedici tetap mampu tampil kompetitif bahkan di atas kertas sirkuit yang lebih menguntungkan performa RS-GP. Berkat kemenangan mengejutkan dalam sesi balapan sprint, ia bahkan tidak kehilangan satu poin pun dari pesaing terdekatnya tersebut selama akhir pekan di Lombok.

“Kami akan mencoba mencetak lebih banyak poin daripada Jorge di semua lima balapan yang tersisa. Lalu kita lihat apakah kami bisa melakukannya atau tidak. Itu sudah menjadi rencana sejak hari Kamis,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa persaingan titel juara tidak hanya melibatkan satu nama saja, melainkan turut memperhitungkan ancaman dari pembalap kuat lainnya seperti Marco Bezzecchi.

Tantangan akhir pekan ini semakin kompleks dengan karakteristik cuaca di Phillip Island yang terkenal sangat sulit diprediksi, ditambah prakiraan hujan lebat serta angin kencang yang berpotensi melanda sepanjang hari Sabtu dan Minggu. Menanggapi kondisi cuaca ekstrem tersebut, sang pembalap menegaskan bahwa fokus penuh pada setiap sesi latihan menjadi kunci utama untuk menghadapi ketidakpastian di lintasan legendaris Australia ini.