Charles Leclerc mengakui bahwa Ferrari tidak memiliki potensi untuk merebut pole position pada sesi kualifikasi Grand Prix Belanda di Zandvoort. Pernyataan ini muncul setelah Scuderia harus puas mengunci baris ketiga grid, dengan Lewis Hamilton di posisi kelima dan Leclerc di posisi keenam.
Hamilton berhasil memperbaiki catatan waktunya di akhir sesi Q3, melompat dari posisi kesembilan ke kelima. Sementara itu, Charles Leclerc justru turun satu peringkat setelah sebelumnya tampil impresif dengan finis kedua di sprint race. Performa kuat sepanjang akhir pekan itu ternyata tidak cukup untuk bersaing di depan saat kualifikasi.
Menariknya, Leclerc justru merasa bahwa kurangnya potensi pole ini bukan karena perubahan mobil antar sesi. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat berbincang dengan Lando Norris dan George Russell, dan menyadari bahwa rival-rivalnya mungkin tidak tampil sempurna pada hari Jumat. Namun, hari Sabtu justru menjadi cerita berbeda.
“Saya rasa bukan karena perubahan mobil. Sedikit berbicara dengan Lando dan George, saya merasa kemarin mereka tidak melakukan segalanya dengan sempurna, atau mobil tidak terasa pas, sedangkan bagi saya, mobil terasa cukup baik kemarin. Jadi saya tahu mungkin kami memiliki sedikit margin yang lebih kecil dibandingkan mereka,” ujar Leclerc.
“Hari ini kami membuat kesalahan dalam mengganti mode, mode tenaga dari Q2 ke Q3. Itu sedikit mengganggu perasaan saya dengan mobil, dan kami harus melihatnya. Tapi saya rasa potensi untuk pole position tidak ada di sana,” tambahnya.
Baca Juga Grid F1 2027: Pembalap Pasti dan Kontrak yang BerakhirCatatan waktu Leclerc terpaut sekitar empat persepuluh detik dari pole-sitter Norris. Namun, di sprint race ia hanya tertinggal 1,3 detik dari Russell. Hal ini memperkuat keyakinannya bahwa Ferrari lebih kompetitif dalam ritme balapan dibandingkan satu putaran cepat.
“Pasti ada kecenderungan di mana kami tampak lebih cepat di balapan daripada di kualifikasi. Sering kali kualifikasi menjadi sedikit lebih sulit. Kemarin adalah pengecualian, dan kami sangat kuat di kualifikasi. Tapi selain itu, kami selalu tampak sedikit tertinggal. Jadi kami harus bekerja pada hal itu,” jelas pembalap asal Monako tersebut.
Leclerc juga menegaskan bahwa masalah ini tidak sesederhana memindahkan performa dari balapan ke kualifikasi. “Kami mencoba membuat mobil secepat mungkin, tetapi untuk karakteristik yang kami miliki, mobil bekerja sedikit lebih baik di balapan daripada di kualifikasi. Saya lebih suka seperti itu daripada sebaliknya, tetapi di trek seperti ini, itu tidak membantu,” tutupnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!