Charles Leclerc dipastikan tidak akan menerima penalti grid pada Grand Prix Spanyol akhir pekan ini. Kepastian itu datang setelah inspeksi menyeluruh menunjukkan mesin mobil Ferrari-nya tidak mengalami kerusakan berarti, meski ia terlibat kecelakaan kecepatan tinggi di sirkuit Monza akhir pekan lalu.

Insiden terjadi pada lap kedua Grand Prix Italia, ketika Charles Leclerc kehilangan kendali mobilnya di tikungan Parabolica dengan kecepatan lebih dari 230 km/jam. Mobil pembalap asal Monako itu memantul akibat melewati drainase air, lalu keluar lintasan dan menghantam dinding ban. Leclerc saat itu tengah bertahan dari tekanan Oscar Piastri yang menggunakan mobil McLaren.

Meski benturan keras tercatat dengan perlambatan melebihi 50G, sasis SF-26 terbukti mampu menahan dampak. Tim asal Maranello hanya perlu mengganti rumah transmisi, bukan seluruh unit daya. Dengan demikian, Leclerc tetap bisa menggunakan mesin yang sama di Madrid, tanpa penalti mundur posisi start.

- Advertisement -
Advertisement

Grand Prix Spanyol sendiri menjadi kesempatan kedua bagi Ferrari untuk menguji peningkatan mesin ADUO yang baru diperkenalkan di Monza. Meski begitu, tim mengakui bahwa pembaruan tersebut bukanlah sebuah 'pengubah permainan'.

Baca Juga Verstappen Perpanjang Kontrak Red Bull Hingga 2030, Dukungan untuk Mekies

Hasil Monza secara keseluruhan mengecewakan bagi tim Italia itu. Mereka hanya mengumpulkan delapan poin berkat finis keenam Lewis Hamilton, sementara kedua pembalapnya nyaris bertabrakan di lap pembuka. Kini Ferrari tertinggal 122 poin dari pemimpin klasemen konstruktor, Mercedes, yang kembali menang di Monza melalui Kimi Antonelli.

Kemenangan tersebut mengukuhkan Antonelli sebagai pembalap Italia pertama yang memenangi balapan kandangnya sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966. Situasi ini menambah tekanan bagi Ferrari untuk segera bangkit di Madrid.