Insiden menegangkan terjadi di penghujung balapan sprint Formula 1 Grand Prix Singapura ketika Lando Norris terlibat senggolan dramatis dengan rekan setimnya sendiri, Oscar Piastri. Manuver nekat yang dilakukan pada putaran pemungkas tersebut nyaris menghancurkan hasil akhir akhir pekan bagi tim McLaren di sirkuit jalan raya Marina Bay yang basah.

Pertarungan internal itu meletus pada lap terakhir dari total 20 putaran yang dihelat dalam kondisi cuaca campuran. Memanfaatkan celah di Tikungan 5, Lando Norris mencoba melakukan Hard-braking untuk menyusul dari sisi dalam. Namun, ruang yang tersedia menutup jauh lebih cepat dari perkiraan, mengakibatkan bagian depan mobilnya menghantam sudut kanan belakang mobil rekan setimnya.

Dampak dari benturan keras tersebut langsung terasa seketika di lintasan. Kedua mobil sempat berputar arah dengan hebat, membuat Oscar Piastri terpaksa mangkir dari garis finis akibat kerusakan parah pada area suspensi dan bodi belakang. Sementara itu, Lando Norris masih mampu melanjutkan perlombaan meski harus puas merosot drastis hingga finis di posisi kedelapan zona poin.

- Advertisement -
Advertisement

Selepas bendera finis dikibarkan, investigasi langsung dibuka oleh panel pengawas balapan FIA untuk menilai tingkat kesalahan kedua pembalap. Beruntung bagi kubu Woking, investigasi resmi memutuskan untuk tidak memberikan sanksi lanjutan karena insiden tersebut dinilai sebagai insiden balapan murni di mana kedua belah pihak memiliki andil yang setara atas benturan itu.

Baca Juga Verstappen Perpanjang Kontrak Red Bull Hingga 2030, Bukti Kepercayaan ke Mekies

Dokumen resmi pengawas balapan menjelaskan bahwa pembalap mobil nomor 81 tidak menyangka akan ada upaya menyalip di tikungan tersebut, sementara pembalap mobil nomor 1 merasa memiliki hak atas ruang karena posisi poros roda depannya sudah sejajar dengan kaca spion sebelum apex tikungan tercapai. Perbedaan sudut pandang inilah yang akhirnya memicu kontak fisik di atas aspal basah.

Bagi para mekanik tim, drama di sesi sprint ini langsung berubah menjadi perlombaan melawan waktu yang sesungguhnya. Garasi harus bekerja ekstra cepat untuk memperbaiki kerusakan masif pada mobil yang dikemudikan oleh pembalap asal Australia tersebut agar bisa turun tepat waktu di sesi kualifikasi utama yang sempat mengalami penundaan jadwal akibat kondisi sirkuit.

Lando Norris dan Oscar Piastri di GP Singapura
Lando Norris dan Oscar Piastri terlibat insiden pada sprint race GP Singapura. (Foto: Morgan Hancock / LAT Images via Getty Images)