Lingga, Nusantara Media - Kondisi cuaca yang tidak kunjung turun hujan selama beberapa bulan terakhir telah membawa dampak serius bagi warga di wilayah dusun dua Desa Kualaraya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga. Warga kini harus menghadapi kesulitan besar dalam mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari akibat sumber-sumber air yang mulai menyusut drastis.
Sebagai bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat tersebut, jajaran perangkat desa yang terdiri dari Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa, aparat dusun, pengurus RT dan RW, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, bergerak bersama pada Minggu pagi pukul 09.00 waktu setempat. Rombongan ini melakukan perjalanan menuju lokasi penampungan air PAM di area Paras Kelubi, Desa Sungai Harapan.

Tim Peliput
Perjalanan menuju lokasi penampungan air bukanlah perkara mudah dan membutuhkan waktu hampir satu jam lamanya dari pemukiman Desa Kualaraya. Tim harus melewati medan yang cukup menantang, melintasi jalan pengerasan serta kawasan hutan lebat demi bisa mencapai titik sumber air guna melakukan pemeriksaan secara langsung.
Setibanya di lokasi, para aparatur desa langsung bahu-membahu membersihkan area sekitar penampungan sekaligus memeriksa debit air yang tersisa di dalam bak penampungan PAM. Langkah ini diambil untuk memastikan secara akurat apakah sumber mata air masih mampu mencukupi kebutuhan warga yang semakin mendesak.

Tim Peliput
Kepala Desa Kualaraya, Misran, memberikan keterangan langsung mengenai kondisi memprihatinkan tersebut di sela-sela kegiatan gotong royong. Ia menjelaskan bahwa kemarau panjang yang terjadi belakangan ini telah memicu krisis air bersih bagi seluruh warga setempat.
Baca Juga Rapat Evaluasi HUT RI ke-80 Berlangsung Sukses di Cikeusik, PandeglangMemang kondisi panas sudah berapa bulan ini membuat warga kesusahan air karena tidak ada turun hujan lebat hanya gerimis saja, ujar Misran saat dikonfirmasi oleh Tim Peliput mengenai situasi krisis yang melanda wilayah kepemimpinannya.
Misran menambahkan bahwa dari hasil peninjauan langsung di lapangan, volume air yang tertampung di dalam bak penampungan sudah sangat minim. Sementara itu, jumlah warga yang bergantung pada fasilitas air tersebut tergolong sangat banyak sehingga terjadi ketimpangan yang cukup tajam.
Tetapi setelah saya pergi melihat memang kondisinya air sangat sedikit sedangkan yang menggunakan banyak sekali, sehingga tidak sesuai dengan debit air, lanjut Misran menjelaskan situasi pelik yang dihadapi oleh warga Desa Kualaraya.
Menghadapi tantangan tersebut, pihak desa langsung mengambil keputusan taktis atas inisiatif bersama untuk memodifikasi instalasi pipa yang ada. Kran pada bagian penampungan yang sebelumnya menggunakan sistem penyaringan atau filter kini sengaja dibuka secara langsung tanpa melalui proses filtrasi.
Namun atas inisiatif bersama pipa harus kami rubah, kran di bag penampungan yang dulunya pakai pilter sekarang kami coba buka langsung supaya tidak pakai penyaringan supaya debet air deras, pungkas Misran menutup keterangan terkait langkah darurat penanganan krisis air ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!