Ketegangan menyelimuti garasi Aston Martin menyusul perbedaan pandangan teknis antara Fernando Alonso dan pabrikan mesin asal Jepang, Honda. Perdebatan ini mencuat setelah rangkaian balapan yang mengecewakan di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay, di mana sang juara dunia dua kali itu menghadapi masalah performa yang signifikan pada mobil AMR26 miliknya, yang memaksa tim melakukan pergantian komponen krusial jelang balapan malam hari tersebut.

Situasi bermula ketika Fernando Alonso secara terbuka menyatakan bahwa komponen turbo pada unit daya Honda miliknya mengalami kerusakan parah selama sesi kualifikasi Grand Prix Singapura. Keluhan tersebut langsung direspon oleh tim yang berbasis di Silverstone dengan mengambil langkah preventif mengganti unit penunjang tenaga tersebut, yang otomatis membuat sang pembalap veteran harus rela menerima hukuman turun posisi start di grid balapan utama.

Namun, pernyataan berbeda justru disampaikan oleh pihak pabrikan melalui insinyur trek utama Honda, Shintaro Orihara. Dalam keterangannya kepada media termasuk Motorsport Week, ia menegaskan bahwa secara data telemetri, komponen tersebut sebenarnya tidak mengalami kerusakan masif seperti yang dikhawatirkan, meskipun keputusan pergantian tetap diambil demi mengakomodasi masukan dari pembalap berpengalaman tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

"Itu tidak rusak, tetapi kami memutuskan untuk mengganti komponen berdasarkan masukan dari Fernando," ujar Shintaro Orihara menjelaskan situasi pelik di garasi. Ia menambahkan lebih lanjut, "Pada data, kami masih belum melihat adanya masalah besar, namun sekali lagi, pengemudi adalah sensor terbaik, dan karena itu kami memutuskan untuk mengganti unit berdasarkan komentar ini. Kami mengumpulkan data dalam balapan, dan kemudian kami juga memiliki data yang berjalan dengan komponen lain dalam kualifikasi, jadi kami akan membawa data itu dan memeriksanya secara cermat di pabrik."

Baca Juga Mercedes Pastikan Paket Upgrade Kimi Antonelli Lebih Cepat di F1

Dampak dari kendala teknis tersebut terasa nyata selama balapan utama 62 lap akhir pekan lalu, di mana pembalap berusia 45 tahun itu hanya mampu finis di posisi ke-16 yang mengecewakan. Meskipun Honda telah memperkenalkan spesifikasi mesin ADUO-2 baru untuk akhir pekan tersebut, hilangnya tenaga dan kecepatan secara keseluruhan membuat mobil kesulitan bersaing di barisan tengah, memperpanjang catatan sulit musim ini di mana ia masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan tujuh poin.

Menatap seri berikutnya di Circuit of the Americas, pihak Honda memberikan jaminan penuh serta janji konkret untuk menyelesaikan seluruh investigasi mendalam demi memastikan performa optimal. Shintaro Orihara memastikan bahwa jeda waktu dua minggu dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan penyesuaian kalibrasi pada aspek drivability dan sistem boost agar masalah serupa tidak terulang kembali di atas lintasan.