Pembalap muda berbakat asal Italia, Kimi Antonelli, tengah mempersiapkan langkah besar di luar lintasan Formula 1. Di usianya yang masih sangat muda, ia tidak hanya fokus menatap persaingan ketat di kasta tertinggi balap kursi tunggal bersama tim Mercedes, melainkan juga merancang masa depan jangka panjang di dunia motorsport dengan mendirikan akademi balap sendiri.
Dalam wawancara eksklusif bersama media Jerman, Auto Motor und Sport, Antonelli membeberkan ambisinya untuk merangkul generasi penerus yang kesulitan menembus ketatnya piramida balap internasional. Mengingat latar belakang keluarganya yang lekat dengan dunia balap, ia sangat memahami betapa mahalnya biaya dan terjalnya jalan bagi anak-anak muda berbakat untuk mendapatkan kursi kompetitif di kancah global.
"Kami ingin membangun akademi untuk anak-anak muda agar mereka mendapatkan kesempatan di dunia motorsport," ujar Antonelli kepada AMUS, sebagaimana dilansir dari Motorsport.com. "Motorsport adalah dunia yang luar biasa namun sangat sulit. Tidak mudah untuk mendapatkan peluang di sana. Kami ingin membantu para pembalap muda mendapatkan kesempatan tersebut."
Gagasan mendirikan akademi ini tidak lepas dari dinamika yang sedang berkembang di dalam paddock Formula 1, di mana beberapa pembalap top mulai melirik pembinaan usia dini. Menariknya, fokus akademi yang digagas oleh Antonelli tidak semata-mata diarahkan untuk mencetak pembalap Formula 1, melainkan turut melirik potensi masif yang ada di kancah balap mobil GT profesional.
Keputusan ini turut terinspirasi oleh fenomena balap ketahanan GT3 yang semakin digemari, salah satunya dipicu oleh kiprah bintang asal Belanda, Max Verstappen, yang aktif di ajang balap GT. Antonelli melihat bahwa masa depan karier profesional di dunia balap tidak lagi terpusat sepenuhnya pada ajang Formula 1 saja.
Baca Juga Tombazis Ungkap Hambatan Regulasi Mesin F1 2026"Balap GT sedang berkembang sangat pesat saat ini," ungkap Antonelli menjelaskan ketertarikannya pada kategori tersebut. "Max membantu membuatnya lebih dikenal dan menunjukkan daya tariknya. Itu tidak harus selalu bermuara di Formula 1. Ada juga banyak peluang hebat di balap GT profesional."
Sebelum mewujudkan ambisi besar membangun akademi balap komprehensif, Antonelli memiliki agenda pribadi yang telah lama ia nantikan, yakni berbagi kokpit bersama ayahnya sendiri, Marco Antonelli. Sang ayah merupakan mantan pembalap mobil touring sekaligus pendiri tim sukses AKM Motorsport. Meski pernah menguji coba mesin GT3 milik ayahnya, Kimi belum pernah sekalipun tampil satu tim dalam akhir pekan balapan resmi.
Rencana kolaborasi keluarga ini diprediksi akan menjadi salah satu momen paling emosional dan dinantikan dalam kalender balap domestik. Dengan dukungan penuh dari sang ayah serta pengalaman internasional yang kian matang, Kimi Antonelli membuktikan bahwa visi masa depannya jauh melampaui apa yang tersaji di atas lintasan Formula 1 saat ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!