Kimi Antonelli mengakui bahwa misinya untuk bangkit dari posisi terakhir di Grand Prix Italia mungkin lebih sulit dari yang diperkirakan banyak orang. Meski Fernando Alonso optimistis pembalap Mercedes itu bisa finis di tiga besar di Monza, peningkatan performa mesin Ferrari membuat target tersebut terasa berat.

Mercedes memang mengambil keputusan rasional dengan memberikan Kimi Antonelli unit daya kelima di balapan kandangnya, yang otomatis membuatnya start dari belakang karena melebihi kuota tahunan. Langkah ini diambil karena keunggulan mesin Mercedes 2026 yang baru, yang diharapkan mampu membantu Antonelli melewati banyak mobil di lintasan lurus Monza yang panjang.

Namun, setelah sesi latihan Jumat, Antonelli melihat kenyataan berbeda. Ia mengikuti Ferrari di belakangnya dan menyadari bahwa kecepatan tertinggi mereka kini setara dengan Mercedes. "Ferrari jelas mengambil langkah maju dengan mesin baru mereka, dan sekarang kecepatannya sama," ujar Antonelli. "Kami tahu betapa bagusnya mobil mereka di tikungan, jadi pasti akan menjadi pertarungan ketat."

- Advertisement -
Advertisement

Data GPS menunjukkan klaim Antonelli tidak sepenuhnya akurat. Dalam mode kualifikasi, mobil Russell tercatat lebih cepat sekitar 5 km/jam di tiga dari empat lintasan lurus utama Monza. Namun, Lewis Hamilton yang menggunakan mesin lama mengaku kehilangan hingga enam persepuluh detik hanya di lintasan lurus. "Kecepatan di lintasan lurus cukup mengkhawatirkan," kata Hamilton.

Meski demikian, Ferrari unggul di satu sektor, yaitu menjelang tikungan Parabolica, dengan selisih 5-6 km/jam. Ini menjadi sinyal bahwa perebutan posisi di trek lurus tidak akan mudah bagi Antonelli, yang harus melewati setidaknya satu dari Charles Leclerc atau Lewis Hamilton untuk bisa naik podium.

Baca Juga Norris Buka Suara Soal Masa Depan di McLaren Hingga 2030

Selain itu, start dari paling belakang berarti Antonelli harus mengejar ketertinggalan waktu sekitar 20 detik akibat posisi grid. Ia juga harus berhadapan dengan lalu lintas dan risiko insiden di tikungan pertama yang terkenal sempit di Monza. Antonelli sendiri mengaku kurang percaya diri setelah melihat ritme balapan Ferrari.

Situasi ini menjadi ujian besar bagi pembalap 19 tahun itu, yang sedang bersaing di papan atas klasemen. Jika ia mampu finis di posisi lima besar, itu bisa dianggap sukses, tetapi jika gagal, keputusan Mercedes untuk mengganti mesin akan dipertanyakan. Balapan GP Italia di Monza akan menjadi pembuktian sejati bagi Antonelli.