Andrea Kimi Antonelli mengakui bahwa akhir pekan GP Belanda di Zandvoort menjadi sebuah wake-up call yang berharga setelah libur musim panas. Kesalahan di sprint qualifying tidak hanya membuatnya kehilangan peluang podium, tetapi juga menjadi pelajaran penting bahwa ia tidak boleh lengah sedikit pun dalam perebutan gelar juara.

Pembalap Mercedes itu sebenarnya tampil impresif di sesi kualifikasi utama dengan mengamankan posisi ketiga untuk balapan Minggu. Namun, perasaan yang ia rasakan setelah keluar dari mobil jelas menggambarkan kekecewaan: peluang pole position kembali terlepas. “Saya pikir akhir pekan ini adalah wake-up call yang hebat setelah libur musim panas, bahwa Anda tidak boleh pernah menurunkan kewaspadaan,” ujarnya.

Di lintasan sempit dan bergelombang seperti Zandvoort, posisi start sangat krusial karena overtaking sangat sulit. Pada sprint qualifying, Antonelli memacu terlalu agresif saat memasuki tikungan Kumhobocht, tikungan kedua dari terakhir, hingga keluar lintasan dan melewati gravel. Insiden itu merusak lantai mobilnya dan mengakibatkan kehilangan sekitar 25 poin downforce, yang memaksanya bertahan dengan konsekuensi tersebut selama sisa sesi.

- Advertisement -
Advertisement

Meski demikian, Antonelli berhasil mengatasi keterbatasan itu dengan finis kelima di sprint, lalu melewati Oscar Piastri untuk naik ke posisi keempat. Sayangnya, ia tidak mampu mendekati Lando Norris yang mengalami degradasi ban belakang dan turun dari posisi kedua ke ketiga di akhir balapan sprint.

Kualifikasi utama berlangsung dramatis dengan hujan deras yang sempat membersihkan lintasan, membuat waktu putaran semakin cepat seiring bertambahnya karet di aspal. Dengan prakiraan hujan datang lima menit sebelum akhir sesi, sebagian besar tim memilih mengirim pembalapnya lebih awal untuk putaran terakhir. Namun, hanya Ferrari yang tetap pada strategi konvensional, sementara tim lain menginstruksikan pembalapnya untuk melakukan satu putaran pemanasan ekstra agar ban kiri yang lebih panas bisa optimal.

Baca Juga Colapinto: Perlu Batasan untuk Cegah Perundungan Daring di F1

Antonelli merasa bahwa ia seharusnya bisa merebut pole, tetapi kesalahan di awal putaran terakhir membuatnya kehilangan waktu berharga. “Saya kesulitan dengan keseimbangan, sejujurnya, sepanjang sesi,” katanya. “Tetapi, saya tidak mendorong cukup keras di awal putaran, dan itu membuat saya kehilangan peluang.”

Kesalahan di sprint qualifying menjadi titik balik yang membuat Antonelli lebih waspada. Dengan lima balapan tersisa, ia sadar bahwa setiap detail kecil bisa menentukan gelar juara. “Ini wake-up call yang bagus, terutama untuk menghadapi balapan-balapan berikutnya,” pungkasnya.