Ajang balap mobil bergengsi kembali diwarnai oleh insiden teknis yang memicu perdebatan sengit di paddock. Otoritas tertinggi balap mobil dunia, FIA, secara resmi telah mengonfirmasi adanya kesalahan operasional yang berujung pada kekacauan sistem selama sesi kualifikasi sprint Grand Prix Singapura. Insiden ini terjadi di tengah ketatnya persaingan para pembalap yang memperebutkan posisi start terbaik di sirkuit jalan raya Marina Bay yang menantang dan menuntut konsentrasi tingkat tinggi.

Masalah bermula ketika sesi SQ1 harus dihentikan sementara melalui pengibaran bendera merah akibat insiden kecelakaan yang melibatkan pembalap Sergio Perez yang menabrak pembatas lintasan di Tikungan 5. Pembalap asal Meksiko tersebut terpaksa berjalan kaki kembali ke pit setelah mobilnya mengalami kerusakan pada sayap depan bagian kiri, memaksa pengawas lomba untuk menghentikan jalannya sesi demi membersihkan serpihan karbon yang berserakan di atas aspal demi keamanan bersama.

Namun, drama sesungguhnya justru terjadi ketika sesi kualifikasi kembali dilanjutkan setelah lintasan dinyatakan bersih oleh petugas marshal. Dua kejanggalan langsung muncul secara bersamaan, yakni beberapa catatan waktu pembalap gagal tercatat secara akurat di sistem pencatatan waktu resmi, serta keluhan masif dari para pengemudi yang merasa kehilangan tenaga mesin secara drastis pada mobil balap mereka dibandingkan catatan normal sebelumnya.

- Advertisement -
Advertisement

Pembalap tim Carlos Sainz menjadi salah satu korban paling terdampak dalam insiden memperebutkan posisi start tersebut hingga akhirnya harus tersingkir lebih awal di SQ1. Menurutnya, situasi ini sangat merugikan karena tidak semua peserta mendapatkan keadilan teknis yang setara di atas lintasan balap yang menuntut presisi mutlak dalam setiap tikungannya.

"Kami hanya mendapatkan satu kesempatan putaran saja. Kami juga sempat mengalami beberapa masalah pada sistem pengereman mobil," ujar Carlos Sainz mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka kepada para awak media setelah sesi kualifikasi berakhir.

"Namun, di luar masalah itu, separuh dari jumlah mobil di lintasan melakukan putaran dengan tenaga mesin yang setengah detik lebih cepat dibandingkan mobil lainnya. Ada masalah perangkat lunak lain kali ini dan kami berada di posisi yang dirugikan," tambahnya dengan nada penuh kekecewaan.

Baca Juga Leclerc Siap Beri Tow ke Hamilton di Kualifikasi GP Italia

Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan tim dan penonton, pihak federasi langsung memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang beredar. Juru bicara FIA menyatakan bahwa insiden tenaga mesin tersebut bukanlah disebabkan oleh kegagalan sistem perangkat lunak, melainkan murni akibat human error atau kesalahan manusia dalam mengoperasikan panel kendali balap.

"Selama periode pertama kualifikasi sprint, terjadi kesalahan manusia di Pengawas Lomba yang tidak berkaitan dengan masalah pencatatan waktu yang juga dialami di SQ1," demikian pernyataan resmi dari juru bicara FIA menjelaskan duduk perkara insiden tersebut kepada publik.

Lebih lanjut, pihak otoritas balap merinci bahwa kesalahan tersebut mengakibatkan mode menyusul atau overtake mode tidak berfungsi dengan semestinya setelah periode bendera merah dicabut. Sistem tersebut sempat diaktifkan secara tidak sengaja selama durasi 27 detik sebelum akhirnya dimatikan kembali oleh petugas pengawas lomba yang bertugas di ruang kendali.