Tangerang, Nusantara Media – Kecelakaan lalu lintas kereta api terjadi pagi ini melibatkan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (KA Bandara Soetta) dengan sebuah truk trailer di perlintasan sebidang dekat Stasiun Poris, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Banten. Satu rangkaian kereta mengalami anjlok dari rel, kabel Listrik Aliran Atas (LAA) terputus, bahkan dua tiang LAA roboh, menyebabkan gangguan operasional signifikan pada jalur Commuter Line.

Peristiwa ini berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026, sekitar pukul 06.05 WIB. Kereta yang terlibat adalah rangkaian INKA EA203 (KA 806A tujuan Bandara Soekarno-Hatta dari arah Manggarai/Duri). Truk trailer (diduga kontainer atau pengangkut sekoci) tertabrak karena terjebak di tengah perlintasan saat palang pintu masih terbuka, kemungkinan akibat hujan deras dan kemacetan lalu lintas yang membuat kendaraan sulit bergerak cepat keluar lintasan.

Akibat tabrakan, kereta terseret dan satu gerbong/unit anjlok sekitar 100 meter dari titik benturan. Tidak ada korban jiwa atau luka berat dilaporkan, baik dari penumpang kereta, masinis, maupun sopir serta kernet truk. Semua penumpang dievakuasi dengan selamat.

- Advertisement -

Petugas KAI Commuter, kepolisian, dan tim terkait langsung melakukan evakuasi badan truk serta pemeriksaan rel dan infrastruktur. Jalur hulu dan hilir ditutup sementara. Operasional Commuter Line Bandara Soetta dihentikan total hingga proses pemulihan selesai. Layanan Commuter Line relasi Duri-Tangerang hanya beroperasi hingga Stasiun Rawa Buaya, sementara dari arah Bandara hanya sampai Stasiun Batu Ceper. KAI menyediakan transportasi pengganti untuk penumpang.

Polisi dari Polres Metro Tangerang Kota sedang mendalami penyebab pasti, termasuk faktor palang pintu yang tidak tertutup sempurna dan kondisi cuaca. Investigasi juga menyasar kelalaian pengemudi truk serta sistem pengaman perlintasan sebidang (JPL 21 lintas Rawa Buaya–Batuceper).

KAI Commuter meminta maaf atas ketidaknyamanan dan berupaya mempercepat pemulihan jalur agar layanan kembali normal secepatnya.