Masa depan Rally Estonia di ajang Kejuaraan Reli Dunia atau World Rally Championship (WRC) sempat berada di ambang jurang ketidakpastian sebelum akhirnya sebuah keputusan krusial menyelamatkan posisi mereka untuk kalender musim depan. Direktur reli Urmo Aava secara terbuka mengungkapkan bahwa negara Baltik tersebut hampir saja terdepak dari jajaran penyelenggara elite reli dunia seandainya promotor tidak mengambil langkah untuk memperluas jumlah seri balapan. Perubahan besar memang sedang melanda kancah WRC secara menyeluruh, di mana regulasi teknis dipersiapkan untuk mengalami perombakan total menyongsong musim 2027 mendatang, sementara kalender musim depan dipastikan akan memuat total 15 seri atau bertambah satu putaran dibanding musim yang sedang berjalan saat ini.
Di tengah ketatnya persaingan global antarnegara untuk mendapatkan slot penyelenggaraan, negara-negara tetangga seperti Latvia dan Polandia sempat merasakan kesempatan emas menjadi tuan rumah WRC dalam beberapa tahun terakhir. Namun, dinamika politik olahraga dan strategi jangka panjang membuat hanya Estonia yang mampu mempertahankan eksistensi konsisten di kalender kejuaraan. Urmo Aava menjelaskan bahwa pihaknya bahkan sempat menjalin kerja sama erat dengan Latvia untuk membantu negara tersebut menyukseskan ajang mereka, dengan pemikiran bahwa ekspansi pasar regional akan memberikan dampak positif timbal balik bagi pertumbuhan penonton Rally Estonia di masa depan.
"Untuk kredit bagi Latvia, mereka mendapat satu kesempatan untuk menggelar putaran WRC. Kami bekerja sama erat dengan mereka. Kami memahami bahwa membantu mereka menggelar ajang yang sukses juga akan membantu menumbuhkan pasar Latvia dengan memikirkan edisi masa depan Rally Estonia. Itulah yang persis terjadi. Jumlah penonton reli Latvia terus bertambah," ujar Urmo Aava dalam sebuah wawancara eksklusif bersama stasiun radio publik Estonia, ERR's Vikerraadio.
Lebih lanjut, Urmo Aava menilai bahwa dicoretnya Latvia dari kalender WRC bukanlah disebabkan oleh buruknya kualitas penyelenggaraan acara di sana, melainkan faktor momentum dan ketepatan waktu dalam melobi pihak pemegang hak komersial. Sebaliknya, evaluasi yang jauh lebih tajam dan kritis dilayangkan oleh Urmo Aava ketika membahas situasi yang dihadapi oleh Polandia. Menurutnya, meskipun olahraga reli memiliki basis penggemar yang sangat masif di Polandia, aspek krusial terkait pengaturan keselamatan penonton dan area lintasan gagal dikelola secara maksimal pada kesempatan terakhir penyelenggaraan mereka, padahal standar keamanan merupakan harga mati dalam disiplin reli internasional.
"Dalam kasus Latvia, itu lebih merupakan masalah waktu. Mungkin mereka tidak berhasil masuk pada saat yang tepat. Kami sedikit lebih terampil dan proaktif, serta mengamankan hak tuan rumah," tambah Urmo Aava, sembari menegaskan bahwa masalah utama Polandia adalah aspek keamanan yang belum beres sepenuhnya, padahal keselamatan adalah hal mutlak dalam reli.
Baca Juga WRC Resmi Kembali ke Inggris Lewat Debut Bersejarah Rally Scotland 2027Meskipun kepastian kembalinya Rally Estonia untuk kalender tahun depan telah diumumkan secara resmi kepada publik, detail rinci mengenai kontrak kerja sama jangka panjang tersebut masih dirahasiakan oleh pihak-pihak yang terlibat langsung. Urmo Aava tidak menampik fakta bahwa kelangsungan hidup WRC secara keseluruhan sangat bergantung pada perluasan struktur kalender, dan penambahan slot ke-15 menjadi penyelamat mutlak bagi posisi mereka yang hampir tersingkir oleh persaingan ketat memperebutkan tempat terakhir.
"Tentu saja, putaran ke-15 tidak ditambahkan ke kalender karena Estonia. Kami sudah tahu beberapa tahun lalu bahwa jumlah putaran mungkin akan ditingkatkan. Tetapi melihat ke belakang sekarang, seandainya keputusan untuk mengadakan 15 putaran tidak dibuat, Estonia tidak akan masuk ke dalam kalender. Pertarungan itu secara khusus untuk tempat terakhir," pungkas Urmo Aava.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!