PANDEGLANG, NUSANTARA MEDIA — Musim kemarau panjang yang berdampak pada fenomena kekeringan ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Banten selatan. Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Kabupaten Pandeglang. Menyusutnya debit air tanah secara drastis hingga mengeringnya sumber air bersih telah mengancam keberlangsungan hidup dan kesehatan harian masyarakat.

Kondisi darurat ini memicu keprihatinan berbagai pihak. Merespons hal tersebut, sebuah gerakan aksi tanggap kemanusiaan digelar pada Selasa (28/7/2026). Melalui sinergi dan kolaborasi strategis antara Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Nusantara Media, dan PT Pandawa Lintas Media, bantuan pasokan air bersih didistribusikan secara langsung ke wilayah terdampak.

content_6a68a31b6e217.jpeg

Pusat penyaluran bantuan kali ini difokuskan di Kampung Tajur, Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik paling rentan (blank spot) krisis air setiap kali musim kemarau tiba.

- Advertisement -

Unit mobil armada tangki berkapasitas besar dikerahkan secara serentak ke lokasi permukiman warga. Kehadiran armada ini bertujuan untuk mengintervensi krisis air yang telah melumpuhkan aktivitas harian warga setempat.

Mewakili Direktur PT Pandawa Lintas Media Saeful Bahri, Agus selaku perwakilan perusahaan menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya dalam gerakan sosial ini adalah wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap kondisi masyarakat.

"Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling krusial untuk menjaga kesehatan dan sanitasi lingkungan. Bantuan 3 unit armada ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Desa Idaman. Sinergi ini adalah langkah nyata kita bersama untuk hadir di tengah warga saat mereka membutuhkan," ujar Agus di lokasi penyaluran.

Dampak mengerikan dari kemarau ini diungkapkan langsung oleh warga setempat. Ibu Mimin, salah seorang warga Kampung Tajur, menuturkan bahwa kekeringan di desanya sudah berlangsung sangat lama.

"Sudah lama Pak, sudah hampir dua bulan lebih (kemarau). Kalau cari air, ya sedapat-dapatnya dari sumur saja. Kadang-kadang ada untuk mandi, kadang-kadang tidak ada," ungkap Ibu Mimin saat ditemui di lokasi antrean air bersih.

Lebih memprihatinkan lagi, Mimin menjelaskan bahwa air yang tersisa di wilayah tersebut mayoritas sudah tidak layak konsumsi karena rasanya yang berubah. "Dekat kali juga percuma Pak, airnya asin. Memang rawan kalau di sini sekarang mah, airnya asin," keluhnya.

Oleh karena itu, kedatangan truk tangki air bersih ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa. Ratusan warga terlihat berkumpul dengan tertib. Mereka membawa berbagai macam wadah penampungan air, mulai dari drum plastik, ember, hingga tumpukan jeriken untuk menyambut distribusi air bersih.

Selaras dengan tema kegiatan "Bersama KNPI & Nusantara Media Untuk Masyarakat, Untuk Kehidupan yang Lebih Baik", Ibu Mimin mewakili warga Kampung Tajur menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada yang mengasih rezekinya ke kami, warga Kampung Tajur, dari Pandawa sama Nusantara Media. Terima kasih banyak kami telah dikasih air bersih yang bermanfaat bagi kami buat minum dan kebutuhan dapur," tutur Mimin dengan raut wajah lega. Ia juga berharap agar bantuan semacam ini dapat terus berkelanjutan ke depannya.

Melalui semangat kampanye "Air Bersih, Hidup Sehat, Masyarakat Kuat", sinergi lintas sektor antara organisasi kepemudaan (KNPI), institusi pers (Nusantara Media), dan entitas bisnis (PT Pandawa) ini diharapkan menjadi pemicu aksi-aksi lanjutan.

Langkah ini tidak hanya ditujukan sebagai respons jangka pendek saat krisis terjadi, tetapi juga diharapkan mampu mendorong kepedulian kolektif dari Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah merumuskan solusi jangka panjang, seperti pembuatan sumur bor dalam atau penyediaan infrastruktur tata kelola air bersih yang berkelanjutan di daerah rawan kekeringan kawasan Banten.