Cilegon, Nusantara Media – Pangkalan TNI Angkatan Laut (LANAL) Banten berhasil mengevakuasi korban kebakaran kapal motor (KM) Inti Mariana 7 di perairan Selat Sunda. Insiden ini menyebabkan satu orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, dan 28 orang selamat.
Kapal KM Inti Mariana 7 (114 GT) mengalami kebakaran hebat yang berawal dari ruang mesin. Api dengan cepat membesar karena berdekatan dengan tangki bahan bakar minyak (BBM), sehingga upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) gagal mengendalikan kobaran. Nakhoda kemudian memerintahkan seluruh anak buah kapal (ABK) untuk melakukan evakuasi mandiri dengan melompat ke laut. Hanya dokumen kapal yang berhasil diselamatkan, sementara dokumen pribadi dan barang milik ABK ludes terbakar.
Kapal tersebut membawa 31 ABK, semuanya berasal dari Pekalongan dan sekitar Sukabumi, Jawa Barat. Nakhoda kapal bernama Mukriyanto (53 tahun), warga Pekalongan, memimpin evakuasi. Tim evakuasi dipimpin oleh unsur TNI AL dari LANAL Banten, khususnya kapal RBB Pulau Deli, dibantu kapal ikan lain yang melintas di lokasi.
Peristiwa bermula sekitar pukul 08.45 WIB, Rabu (19 Februari 2026). Jaga Komando Daerah Laut (Kodal) LANAL Banten menerima informasi dan langsung memverifikasi melalui kamera pengawas Surveillance Delivery System (SDS).
Kejadian berlangsung di perairan Selat Sunda. Kapal berangkat dari Muara Baru, Jakarta, menuju perairan Panaitan.
Menurut keterangan nakhoda Mukriyanto, api berasal dari ruang mesin dan tidak terkendali karena kedekatannya dengan tangki BBM. Setelah upaya pemadaman gagal, ABK melompat ke laut. Beberapa saat kemudian, kapal ikan lain melintas dan membantu evakuasi, diikuti kedatangan RBB Pulau Deli dari LANAL Banten yang mengevakuasi korban ke dermaga LANAL Banten.
Korban selamat (28 orang) dibawa ke Balai Pengobatan (BP) LANAL Banten untuk pemeriksaan medis lanjutan. Satu korban meninggal dunia dibawa ke RS Panggung Rawi, sementara dua korban hilang masih dalam pencarian intensif. Penanganan awak kapal selanjutnya diserahkan kepada Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten.
Komandan LANAL Banten langsung memerintahkan penurunan unsur operasional untuk evakuasi cepat setelah menerima laporan. Aksi responsif ini berhasil menyelamatkan mayoritas ABK meski kondisi kapal sudah tidak terkendali.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!