Juara dunia dua kali Kalle Rovanpera dipastikan akan kembali turun di ajang Kejuaraan Rally Dunia (WRC) setelah Toyota mengonfirmasi bahwa sang bintang asal Finlandia tersebut akan mengemudikan mobil GR Yaris Rally1 pada musim depan. Meski demikian, kepastian ini datang dengan catatan khusus di mana ia tidak akan mengikuti seluruh rangkaian 15 putaran penuh yang dijadwalkan dalam kalender kejuaraan tersebut.

Keputusan untuk hanya tampil dalam sekitar enam atau tujuh reli WRC memberikan ruang dan fleksibilitas bagi Rovanpera untuk merancang serta membangun sebuah program balap tambahan di ajang balap sirkuit di sela-sela jadwal reli nya. Pabrikan asal Jepang yakni Toyota sendiri telah terlibat dalam berbagai kejuaraan bergengsi termasuk WEC, namun sang pebalap dikabarkan mungkin akan memilih untuk menimba pengalaman lebih lanjut di kancah balap mobil roda tertutup dalam kategori yang sedikit lebih kecil sebagai langkah adaptasi awalnya.

Sebelumnya, pebalap muda berbakat asal Finlandia ini juga pernah merasakan atmosfer persaingan di ajang Porsche Cup, yang memberikan bekal berharga bagi transisi potensialnya menuju balap sirkuit permanen. Tantangan fisik sempat menghambat ambisinya ketika ia mencoba menjajal mobil Super Formula di Jepang, di mana gaya G-forces yang sangat tinggi memicu serangan vertigo posisional yang cukup parah dan memaksa rencana tersebut dihentikan sementara waktu.

- Advertisement -
Advertisement

Menanggapi insiden kesehatan tersebut, sang pebalap mengungkapkan bahwa masalah vertigo yang dialaminya ternyata jauh lebih serius daripada apa yang sempat diungkapkan ke publik pada masa lalu. Kendati demikian, berbagai kekhawatiran medis tersebut dipastikan tidak akan muncul kembali apabila ia memilih untuk berkompetisi menggunakan mobil balap roda tertutup, mengingat tingkat G-forces yang dihasilkan jauh lebih rendah dan ramah bagi kondisi fisiknya.

Dalam sesi pengumuman resmi mengenai kesepakatan kontrak reli barunya, sang bintang menegaskan bahwa saat ini terdapat beberapa opsi berbeda yang sedang dipertimbangkan secara matang untuk masa depan karier balap sirkuitnya. Keputusan final mengenai program tambahan di luar reli tersebut diperkirakan akan diambil selambat-lambatnya pada bulan Desember mendatang, sehingga masih menyisakan cukup waktu krusial untuk menjalani sesi pengujian kendaraan.

Baca Juga Masa Depan Lancia di Ajang Reli Masih Misteri di Tengah Spekulasi Pembalap

Ajang balap mobil GT diakui telah memberikan kesan yang sangat natural bagi gaya membalapnya, terlebih karena ia juga sudah memiliki sedikit pengalaman di kategori tersebut pada masa lalu. Ketertarikan yang mendalam ini membuat balap GT menjadi salah satu prioritas utama yang sangat ingin ia jalani secara penuh di masa mendatang jika seluruh rencana menemui titik terang.

Meskipun berbagai opsi menarik terus berdatangan dan didiskusikan secara intensif di internal tim, sang pebalap tetap memilih untuk bersikap realistis sambil menunggu kepastian final dari semua pihak yang terlibat. Hingga saat ini proses penjajakan masih terus berjalan untuk menemukan formula terbaik yang dapat mengakomodasi ambisi ganda sang juara dunia di lintasan reli maupun sirkuit.