Hari pembukaan sesi latihan bebas Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island menyajikan pemandangan yang menarik sekaligus menantang bagi Jorge Martin. Di saat pabrikan asal Noale tersebut tampil begitu dominan dan menempatkan motor-motor mereka di barisan terdepan, sang pembalap justru harus mengakui keunggulan rekan-rekan sesama pengguna mesin RS-GP. Kondisi ini memicu tanda tanya besar mengingat statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia musim ini.

Dominasi Aprilia pada hari Jumat dipimpin oleh Marco Bezzecchi yang berhasil mengamankan posisi tercepat. Di belakangnya, barisan motor Aprilia tampil kompetitif, termasuk Raul Fernandez dan Ai Ogura dari tim Trackhouse yang menunjukkan kecepatan luar biasa. Sebaliknya, Jorge Martin harus puas menutup sesi di posisi kelima, terpaut sekitar 0,255 detik dari catatan waktu terbaik yang dicetak di sesi pembuka akhir pekan tersebut.

Situasi semakin pelik karena catatan waktu lap Martin berada di belakang sang rival perebutan gelar juara dunia, Marc Marquez. Pembalap utama Ducati tersebut menjadi satu-satunya rider non-Aprilia yang mampu merangsek dan mengacaukan dominasi barisan depan pabrikan Italia itu. Dengan hasil tersebut, Martin tercatat sebagai satu-satunya pembalap pengguna motor Aprilia yang mencatatkan waktu lebih lambat dibandingkan Marquez pada sesi latihan Jumat di Phillip Island.

- Advertisement -
Advertisement

Menanggapi hasil yang diraihnya, pembalap asal Spanyol tersebut memberikan penjelasan terbuka mengenai akar permasalahan yang dihadapinya. Absennya ia dari seri balapan di Phillip Island pada musim lalu akibat cedera membuat dirinya kehilangan referensi krusial dalam mengendalikan karakter motor RS-GP di sirkuit cepat tersebut. Hal ini membuatnya secara tidak sadar kembali menggunakan memori otot dan gaya balap yang biasa ia terapkan saat masih membesut motor Ducati bersama Pramac.

"Saya perlu beradaptasi dengan gaya Aprilia karena saya sudah sangat terbiasa balapan di sini dengan Ducati, jadi saya mencoba menekan terlalu keras saat memasuki tikungan, tetapi saya justru menghancurkan ban depan, jadi saya harus sedikit mengubah kembali gaya saya," ujar Martin menjelaskan masalah teknis yang dihadapinya di atas lintasan.

Baca Juga Bulega Ungkap Alasan Pilih VR46 Ducati untuk Debut MotoGP 2027

Lebih lanjut, ia merinci bagaimana karakteristik menikung motor Ducati sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan kuda besi miliknya saat ini. Keinginan untuk melibas tikungan dengan kecepatan tinggi di area entry justru menjadi bumerang yang merusak kompon ban depan, memaksa tim teknik harus bekerja keras mencari keseimbangan setup motor demi mengembalikan traksi optimal jelang sesi kualifikasi dan balapan utama.

"Menjelang akhir sesi, saya merasa jauh lebih baik dan jauh lebih seimbang. Tentu saja, ada beberapa detail yang perlu ditingkatkan, Bezzecchi sangat cepat begitu pula pembalap Aprilia lainnya. Tapi hal baiknya adalah kami memiliki data, kami akan mencoba menyamakannya. Bagi Aprilia, ini hari yang luar biasa. Bagi saya itu bagus, jujur saja, lebih baik dari yang saya harapkan. Saya pikir saya mencetak rekor lap saya di sini, rekor pribadi saya, jadi saya senang," imbuhnya dengan nada optimistis.

Menutup analisis hari pertamanya di Australia, Martin menegaskan bahwa kunci utama untuk memperbaiki performanya adalah mengurangi agresivitas pada bagian depan motor serta membiarkan laju motor mengalir lebih natural saat melintasi tikungan. Dengan sisa lima seri krusial penentu musim, ia saat nay masih memimpin klasemen sementara kejuaraan dengan keunggulan tipis dua poin atas Marquez, sebuah selisih tipis yang menuntut konsistensi tingkat tinggi di setiap balapan tersisa.