Situasi pelik tengah dihadapi oleh pembalap papan atas Jorge Martin menjelang rangkaian seri krusial MotoGP di sirkuit Sepang. Jika bukan karena statusnya yang sedang terlibat dalam pertarungan sengit perebutan gelar juara dunia musim ini, pembalap asal Spanyol tersebut dipastikan akan memilih beristirahat total di rumah dengan lengan terbalut g гипсо selama empat hingga lima pekan ke depan akibat cedera parah.
Namun, ambisi besar untuk merengkuh mahkota juara membuat cerita menjadi sangat berbeda. Jorge Martin dipastikan bakal kembali turun ke lintasan aspal Sirkuit Sepang pada sesi latihan bebas Jumat pagi. Keputusan nekat ini diambil hanya berselang kurang dari seminggu setelah dirinya mengalami kecelakaan hebat yang mematahkan tulang radius tangannya saat terlibat duel sengit memperebutkan kemenangan melawan rival utamanya, Marc Marquez, di Phillip Island.
Sebelumnya, tim medis sempat menyatakan dirinya tidak fit untuk melanjutkan sisa rangkaian di Australia, di mana grand prix tersebut akhirnya terpaksa dibatalkan akibat cuaca ekstrem. Kendati demikian, pemeriksaan medis terbaru di Malaysia memberikan lampu hijau bagi sang pembalap untuk mencoba menunggangi kuda besinya di FP1, sebelum kondisi fisiknya dievaluasi kembali secara menyeluruh oleh tim medis.
"Saya merasa baik. Kondisi saya bisa saja jauh lebih buruk setelah kecelakaan keras tersebut," ungkap Jorge Martin kepada pihak penyelenggara di Malaysia, menyoroti rasa syukurnya karena masih diberi kesempatan untuk mencoba bangkit setelah baru lima hari lalu mengalami patah tulang radius.
Ia menyadari sepenuhnya bahwa mendapatkan izin untuk turun ke trek hanyalah langkah awal yang kecil. Tantangan sebenarnya baru akan dimulai saat ia memegang kendali motor di kecepatan tinggi, di mana ia harus memutuskan apakah akan melanjutkan akhir pekan balapan atau terpaksa menyudahnya lebih awal. Berkat pembatalan GP Australia, posisinya di klasemen sementara masih aman tertinggal sepuluh poin saja dari sang juara bertahan pabrikan Ducati tersebut, dengan menyisakan empat seri penutup musim.
Baca Juga Honda Dihadapkan Dilema Kontrak Alonso vs Moreira untuk MotoGP 2027"Tentu saja, jika saya tidak sedang berada dalam pertarungan kejuaraan, lengan saya akan digips dan saya harus menunggu empat atau lima minggu. Itu adalah terapi normal," tambahnya menegaskan tekad baja yang dimilikinya demi menjaga asa dalam perebutan gelar juara dunia.
Berbagai upaya pemulihan telah ia lakukan secara maksimal selama berada di Kuala Lumpur untuk mempercepat proses penyembuhan medis. Namun, realitas biologis tulang yang patah tidak bisa dibohongi begitu saja. Tulang radiusnya belum pulih sempurna dan faktanya masih mengalami patah, yang berarti ia harus siap menanggung risiko menahan rasa sakit luar biasa di atas lintasan balap.
"Mari kita coba menikmati setiap putaran yang bisa saya lakukan, dan mari kita lihat apakah saya mampu tetap kompetitif di barisan depan," ujar pembalap yang menegaskan bahwa pertarungan perebutan gelar ini belum benar-benar berakhir sebelum bendera finis terakhir dikibarkan musim ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!