Pembalap Aprilia, Jorge Martin, secara terbuka menyatakan bahwa peluangnya untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2026 sudah hilang sepenuhnya. Pengakuan jujur ini meluncur setelah ia terpaksa mengambil keputusan berat untuk mundur dari rangkaian akhir pekan Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang akibat cedera patah tulang radius distal yang belum pulih sempurna.
Upaya keras sempat ditunjukkan oleh pembalap asal Spanyol tersebut. Ia nekat kembali ke atas lintasan hanya berselang enam hari pasca-kecelakaan horor dalam sesi sprint race di Phillip Island. Keputusan nekat ini diambil demi menjaga asa dalam perebutan titel juara dunia serta meminimalisir kerugian poin dari sang pemuncak klasemen sementara, Marc Marquez. Sialnya, batasan fisik berkata lain setelah ia hanya mampu bertahan melalui tiga sesi latihan bebas sebelum akhirnya memutuskan menyudahi pekan balapnya pada Sabtu pagi.
"Saya mencoba, saya mencoba yang terbaik, saya mencoba untuk berkendara, tetapi tentu saja proses penyembuhannya masih terlalu dini," ujar Martin menjelaskan kondisi fisiknya kepada awak media. Proses pemulihan yang dijalaninya memang tergolong cepat, namun hal tersebut belum cukup untuk bisa tampil kompetitif dan efisien di atas motor balap berkecepatan tinggi. Dirinya sempat merasakan bisa mengendalikan motor hampir tanpa rasa sakit, tetapi hanya mampu bertahan untuk satu putaran saja sebelum rasa nyeri hebat mendera tangan kanannya.
Situasi tersebut membuat ritme balapnya hancur dan ia kehilangan konsistensi waktu putaran. Bersama timnya, keputusan akhir diambil untuk menghentikan siksaan fisik yang dinilai sudah melewati batas wajar. Menurutnya, tidak ada lagi hal positif yang bisa diraih jika memaksakan diri, bahkan sekadar finis untuk meraup satu poin pun terasa sebagai mission impossible mengingat kekuatan otot lengan bawahnya saat melakukan pengereman keras sudah terkuras habis.
Pembalap berjuluk Martinator ini juga merefleksikan pengalaman pahitnya di masa lalu, termasuk rentetan cedera sepanjang musim 2025 dan insiden nahas saat kembali berlaga di Qatar tahun lalu. Kala itu, ia kehabisan energi, mengalami kecelakaan hebat, dan tertabrak motor pembalap lain akibat terburu-buru melakukan shortcut masa pemulihan. Berkaca dari pengalaman kelam tersebut, ia sadar bahwa memaksakan diri turun di Sepang adalah keputusan keliru yang menandakan dirinya belum belajar dari masa lalu.
Baca Juga Jorge Martin Kembali ke Lintasan MotoGP Malaysia Enam Hari Usai Insiden Phillip IslandMenanggapi situasi persaingan gelar juara dunia yang kini meninggalkannya, pemegang gelar juara dunia 2024 itu tidak lagi mau ambil pusing. Dilansir dari The-Race, ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukan lagi kalkulasi matematis perebutan titel. Meskipun secara teori masih ada kemungkinan kecil untuk mengejar ketertinggalan, secara mental ia menganggap perburuan tersebut sudah usai demi menjaga kewarasan dan kondisi fisik jangka panjang.
Meski demikian, semangat juangnya belum sepenuhnya padam. Ia memastikan akan tetap bertarung hingga akhir musim bukan demi ambisi pribadi semata, melainkan sebagai bentuk dedikasi kepada tim dan orang-orang di sekitarnya yang terus memberikan dukungan penuh. Rencana terdekatnya adalah pulang sejenak ke Spanyol untuk pemulihan sebelum mencoba kembali peruntungannya pada seri berikutnya di Qatar pekan depan, dengan catatan kondisi fisiknya sudah memberikan lampu hijau untuk berkompetisi secara aman.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!