Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini kembali menyita perhatian publik setelah komentar tajam datang dari pemegang gelar juara dunia 2020, Joan Mir. Pebalap asal Spanyol tersebut secara terbuka menyatakan bahwa para rival utama di grid saat ini tidak mampu menahan tekanan psikologis maupun performa yang diberikan oleh kompatriotnya, Marc Marquez, dalam perburuan gelar juara yang semakin mendekati klimaks.

Situasi di klasemen sementara memang mengalami pergeseran yang luar biasa dramatis sepanjang musim balap ini berjalan. Memori publik tentu masih ingat ketika Marc Marquez sempat tertinggal lebih dari 100 poin dari pimpinan klasemen setelah seri Grand Prix Italia yang berlangsung pada musim semi lalu. Namun, kerja keras, konsistensi tingkat tinggi, serta adaptasi yang luar biasa membuat sang juara dunia delapan kali di kelas premier tersebut kini melaju kencang menuju potensi gelar juara dunia kesepuluhnya di kancah balap motor internasional.

Dominasi tersebut kembali terlihat jelas dalam sesi Sprint Race di Malaysia. Marc Marquez sukses mengamankan posisi kedua di garis finis, tepat satu tingkat di depan pesaing terdekatnya di klasemen, Marco Bezzecchi. Dengan hasil tersebut, Bezzecchi kini tertinggal dengan selisih 52 poin dari sang juara bertahan, sementara sisa kalender balap menyisakan empat Grand Prix utama dan tiga balapan Sprint yang krusial sebelum musim benar-benar resmi ditutup.

- Advertisement -
Advertisement

Di sisi lain, drama perebutan gelar juga melibatkan nama besar lainnya seperti Jorge Martin yang kini terpaut 19 poin di peringkat kedua. Sayangnya, Martin dipastikan harus absen dari balapan utama hari Minggu akibat mengalami cedera patah pergelangan tangan. Cedera tersebut didapatkannya menyusul insiden kecelakaan keras saat sesi Sprint di Phillip Island, di mana ia terlibat duel sengit melawan Marc Marquez yang kala itu hanya terpaut dua angka saja di klasemen sebelum balapan separuh durasi tersebut dimulai.

Melihat ketenangan sekaligus ketajaman sang paddock dominator, Joan Mir memberikan analisis mendalam mengenai mentalitas bertanding rivalnya tersebut selepas sesi Sprint di Malaysia. Menurut pandangan sang juara dunia 2020, fokus yang dimiliki oleh pebalap utama Repsol Honda tersebut berada di level yang berbeda dibandingkan para pesaingnya musim ini.

“Saya melihat Marc sangat fokus pada apa yang harus dia lakukan, tanpa membuat kesalahan sedikit pun,” ujar Joan Mir sebagaimana dilaporkan oleh media motorsport internasional. “Secara pribadi, saya pikir dia sudah sangat dekat dengan gelar juara, karena yang lain tidak mampu menahan tekanannya.”

Baca Juga Bezzecchi Tercepat di Warm-up MotoGP Austria, Binder dan Acosta Crash

Sementara itu, jalannya balapan akhir pekan ini bagi Joan Mir sendiri tidak berjalan sesuai rencana awal akibat sebuah perjudian taktis yang berisiko tinggi. Pebalap andalan tim pabrikan Honda HRC tersebut mengambil keputusan berani untuk masuk ke pit dan mengganti sepeda motor dengan harapan cuaca akan segera berubah menjadi hujan lebat di tengah balapan.

Sayangnya, prediksi mengenai cuaca tersebut meleset dari perhitungan waktu yang ideal. Hujan memang benar-benar turun mengguyur sirkuit, namun intensitas air baru membasahi lintasan pada lap terakhir, tepat setelah para pebalap rombongan terdepan melintasi garis finis untuk terakhir kalinya. Perjudian taktis itu pun gagal membuahkan hasil manis bagi sang pebalap bernomor nomor start tersebut.

“Yah, saya berada di kelompok tengah dan menyadari bahwa di trek ini biasanya sangat sedikit hal yang terjadi, jalurnya mirip kereta panjang dan semakin ke belakang posisi Anda, semakin Anda kesulitan menghentikan motor depan dan segalanya,” ungkap pebalap asal Mallorca tersebut kepada situs resmi kejuaraan.

“Jadi, saya mulai melihat langit tampak cukup gelap, dan hujan mulai turun di tikungan keempat. Saya berkata pada diri sendiri, 'Mungkin inilah saatnya mengambil keputusan berisiko hari ini karena kami tidak sedang bertarung untuk memperebutkan sesuatu yang krusial'. Saya mengambil risiko itu dan itu tidak membuahkan hasil sampai lap terakhir ketika hujan benar-benar turun, jadi waktunya memang tidak tepat. Tetapi Anda tidak akan pernah tahu dalam kasus seperti ini,” pungkasnya menutup ulasan balapan.