Joan Mir adalah salah satu pembalap paling berbakat yang pernah dimiliki MotoGP. Ia menjuarai Moto3 di musim keduanya, hanya setahun di Moto2 sebelum melompat ke kelas premier, dan menjadi juara dunia bersama Suzuki—tim pabrikan kecil—hanya dalam dua tahun. Namun, semua pencapaian itu kini seperti kenangan yang memudar.

Setelah gelar juara dunia 2020, karier Mir justru menurun tajam. Suzuki gagal mengembangkan GSX-RR di musim 2021, membuatnya turun ke posisi ketiga klasemen akhir. Di tengah negosiasi perpanjangan kontrak, Suzuki secara mengejutkan mundur dari MotoGP pada 2022. Mir nyaris kehilangan kursi, sebelum akhirnya bergabung dengan tim pabrikan Honda—tepat ketika HRC berada di titik terendah era empat tak modern.

Musim 2023 menjadi mimpi buruk baginya: cedera dan hasil terbaik hanya P5. Marc Marquez memilih hengkang, meninggalkan Mir sebagai pemimpin tim Honda untuk 2024. Sayangnya, ia gagal finis di 10 dari 18 balapan, dan tidak pernah menembus 10 besar. Harapan sempat muncul di 2025 dengan dua podium ketiga di Jepang dan Malaysia, tapi perkembangan Honda kembali mandek.

- Advertisement -
Advertisement

Memasuki 2026, Honda fokus penuh pada proyek 850cc 2027 bersama Fabio Quartararo. Sementara itu, Mir terjebak di tim yang sedang berbenah. Setelah GP Inggris, ia berada di posisi 18 klasemen dengan 29 poin, tertinggal lima poin dari Johann Zarco yang bahkan belum membalap sejak kecelakaan di Barcelona. Sebagian karena penalti tekanan ban, tapi sebagian besar karena tingkat gagal finisnya yang tinggi.

Baca Juga Marc Marquez Tercepat di FP1 Le Mans, Siap Bangkit di MotoGP Prancis 2025

Dari 68 balapan bersama Honda sejak 2023, Mir gagal melihat bendera finis sebanyak 40 kali. "Kami memulai musim dengan ekspektasi tinggi, tes Sepang sangat bagus. Balapan awal tidak buruk, tapi saya tidak bisa finis karena terlalu optimis. Saya ingin memulai tahun seperti akhir musim lalu, itu membuat saya mengambil risiko berlebihan dan banyak crash," ujarnya kepada Crash.net.

Setidaknya, tidak ada yang bisa menuduh Mir kurang berusaha. "Jika ada satu hal yang tidak bisa dituduhkan kepada Mir, itu adalah kurangnya usaha," tulis analis. Honda memang bukan lagi kekuatan seperti dulu, tapi kegigihan Mir di tengah keterpurukan adalah pelajaran tentang ketahanan mental seorang juara. Namun, pertanyaannya kini: akankah ia mendapat kesempatan untuk bangkit, atau justru semakin tenggelam?