Blitar, Nusantara Media –  Jembatan ini menjadi yang pertama selesai dibangun di jajaran Korem 081/DSJ, setelah melalui proses pengerjaan selama 13 hari yang penuh tantangan. Dibangun oleh prajurit TNI bersama masyarakat setempat, proyek ini menunjukkan semangat gotong royong di bawah terik matahari dan medan sulit.

Prajurit TNI dari Korem 081/DSJ, dipimpin oleh Danrem Kolonel Arm Untoro Hariyanto, bekerja bahu-membahu dengan warga Desa Bendosewu. Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan menjelaskan bahwa jembatan sepanjang 30 meter dan lebar 2,5 meter ini dirancang agar bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga strategis untuk mendukung sektor ekonomi, pendidikan, dan pertanian.

Tepat di kawasan pertanian Desa Bendosewu, Kabupaten Blitar, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses akibat sungai lebar. Kapan proyek ini selesai? Pembangunan rampung pada awal Februari 2026, dengan pernyataan resmi dari Danrem pada Minggu (1/2/2026).

- Advertisement -

Untuk mengatasi kesulitan aksesibilitas yang selama ini menghambat mobilitas warga. "Program Jembatan Perintis Garuda merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat," ujar Kolonel Arm Untoro Hariyanto. Ia berharap jembatan ini meningkatkan kesejahteraan melalui akses yang lebih mudah dan aman.

Melalui kerja keras, keringat, dan kolaborasi TNI-rakyat, jembatan ini kini berdiri kokoh sebagai simbol kemanunggalan. Kepala Desa Bendosewu, Isnari, menyambut gembira: "Jembatan ini vital untuk ekonomi, pendidikan anak, dan pengangkutan hasil pertanian. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI atas bantuannya."

Kehadiran Jembatan Perintis Garuda tidak hanya membuka akses baru di Blitar, tetapi juga menjadi contoh nyata infrastruktur nasional yang mendukung pembangunan desa. Proyek serupa diharapkan terus berkembang untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.