Pandeglang, Nusantara Media – Akses utama mobilitas masyarakat di Kampung Toke, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, sempat terputus akibat jembatan yang ambruk. Merespons kondisi kritis tersebut, jajaran TNI Angkatan Darat melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0601/Pandeglang bergerak cepat turun tangan ke lokasi untuk memberikan solusi nyata.
Pada Rabu (26/8/2026), Komandan Kodim (Dandim) 0601/Pandeglang, Letkol Inf Fajar Aulia Futra, dengan didampingi oleh Komandan Koramil (Danramil) 0117/Panimbang, Kapten Inf Sutioso, meninjau langsung kondisi jembatan yang rusak parah tersebut.
Kehadiran pucuk pimpinan TNI AD di wilayah teritorial Pandeglang ini seolah membawa angin segar bagi masyarakat setempat. Pasalnya, jembatan yang ambruk tersebut bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan akses jalan satu-satunya yang menjadi urat nadi pergerakan ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari warga Kampung Toke dan sekitarnya. Terputusnya jembatan ini sempat melumpuhkan mobilitas warga, sehingga langkah cepat dari prajurit TNI sangat dinantikan untuk memulihkan keadaan.
Dalam peninjauan tersebut, Letkol Inf Fajar Aulia Futra memastikan bahwa langkah penanganan darurat telah diambil. Ia mengungkapkan bahwa pihak TNI bersama masyarakat telah bergotong royong membuat jalur atau jembatan sementara agar aktivitas warga tidak mati total.
"Alhamdulillah pada saat ini memang sudah dibuat jalur sementara. Insyaallah kehadiran negara untuk rakyat ke depan bisa kita rasakan bersama," ujar Dandim 0601/Pandeglang saat memberikan keterangan resmi di lokasi jembatan ambruk.
Lebih lanjut, Letkol Inf Fajar Aulia Futra menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan kembali jembatan tersebut secara permanen. Ia berjanji akan melaporkan dan mengajukan perbaikan infrastruktur vital ini ke tingkat Komando Atas agar segera mendapatkan tindak lanjut yang komprehensif.
"Mudah-mudahan untuk jembatan ini bisa kita ajukan ke komando atas dan akan diproses. Semoga kegiatan selanjutnya bisa lebih baik dan jembatan bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Kami memohon dukungan dan doa restu dari masyarakat," tambahnya penuh optimisme.
Di sela-sela kunjungannya, Dandim juga menyoroti penyebab utama ambruknya jembatan tersebut. Menurut temuan di lapangan, jembatan itu runtuh akibat kelebihan muatan (overcapacity). Sebuah truk bermuatan berat yang seharusnya tidak diizinkan melintas, nekat melewati jembatan yang spesifikasinya tidak diperuntukkan bagi kendaraan dengan tonase besar.
Baca Juga Dua Bulan Krisis Air, Koramil Cadasari Pasok Bantuan Air Bersih untuk Warga PandeglangOleh karena itu, Dandim memberikan imbauan tegas namun edukatif kepada masyarakat sekitar agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Himbauan saya untuk masyarakat semuanya, ini satu-satunya akses kita, tolong dijaga dan dirawat. Karena yang terjadi kemarin, pastinya melebihi muatan. Yang seharusnya tidak dilewati truk, ini dilewati truk," tegas Letkol Fajar.
Ia mengingatkan bahwa infrastruktur umum harus dijaga dan dirawat bersama-sama. Jika masyarakat membutuhkan jembatan untuk mengangkut bahan bangunan atau kebutuhan logistik lainnya, ia meminta agar muatan disesuaikan dengan kapasitas maksimal jembatan.
"Gunakanlah seperlunya sehingga kita bisa saling menjaga. Kalau terjadi seperti kemarin kan *over loading* (kelebihan muatan) dari kapasitas jembatan," pungkasnya.
Sinergi antara TNI dan rakyat di Desa Mekarsari ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI-Rakyat dalam mengatasi kesulitan di daerah. Masyarakat kini menaruh harapan besar agar perbaikan jembatan permanen dapat segera direalisasikan, sehingga roda perekonomian di Kecamatan Panimbang dapat kembali berputar normal tanpa adanya kendala akses jalan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!