Pemberitaan hangat meramaikan paddock Formula 1 jelang akhir pekan balapan akhir pekan ini. Kepala Tim Williams, James Vowles, secara terbuka memberikan pembelaan penuh kepada pembalap andalannya, Alex Albon. Langkah ini diambil menyusul komentar pedas yang dilontarkan oleh bintang Aston Martin, Fernando Alonso, yang menilai kualitas para pembalap di barisan bawah grid F1 berada di level yang sangat rendah.
Ketegangan bermula dari insiden senggolan di Turn 11 pada lap pembuka Grand Prix Amerika Serikat akhir pekan sebelumnya. Kontak fisik antara mobil Albon dan kendaraan AMR26 milik Alonso mengakibatkan kerusakan signifikan pada mobil pembalap asal Spanyol tersebut, sekaligus mengubur dalam-dalam peluangnya untuk meraup poin penting. Selepas balapan rampung, juara dunia dua kali itu melontarkan kritik pedas yang menyebut bahwa kualitas pengemudi di sepertiga bawah grid F1 sangat rendah, dengan secara spesifik menunjuk insiden bersama Albon.
Alih-alih meredakan situasi atau mendinginkan suasana saat diberi kesempatan untuk menarik ucapannya, Alonso justru semakin mempertegas pendiriannya tersebut ketika berbicara kepada media menjelang bergulirnya rangkaian GP Meksiko. Pernyataan kontroversial itu sontak memicu perdebatan luas di kalangan pengamat maupun pelaku balap jet darat, mengingat ketatnya persaingan yang terjadi di papan tengah hingga barisan belakang musim kompetisi kali ini.
Merespons pernyataan bernada merendahkan tersebut, James Vowles dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya. Sebagai pimpinan di garasi Williams, Vowles menilai bahwa standar kompetensi dan kualitas keseluruhan grid F1 tahun ini justru berada di level yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan era-era sebelumnya sepanjang sejarah kariernya di ajang balap bergengsi tingkat dunia ini.
"Pertama-tama, Fernando adalah salah satu pembalap terhebat sepanjang masa, dan tentu saja ia berhak atas opininya sendiri, tetapi saya sangat tidak sependapat dengan pandangannya," ungkap James Vowles dalam wawancara eksklusif.
"Kejadian tersebut murni insiden balapan biasa. Para pengawas lomba telah meninjaunya secara menyeluruh. Ini terjadi pada Lap 1. Kedua pembalap sama-sama mengincar jengkal aspal yang sama. Bahkan, saya rasa ada salah satu mobil Haas di sana—bukan berarti itu kesalahan mereka—tetapi ruang gerak menutup begitu cepat. Sesederhana itu situasinya," tambahnya.
Baca Juga Lindblad, Colapinto, dan Bortoleto Kena Penalti Grid F1 GP ASLebih lanjut, Vowles menekankan bahwa komposisi grid F1 saat ini dipenuhi oleh para pemenang balapan serta kandidat peraih podium yang sangat kompetitif. Menurutnya, argumen yang dilontarkan oleh sang juara dunia asal Spanyol tersebut tidak memiliki dasar yang kuat jika melihat realitas persaingan ketat di atas lintasan balap modern saat ini.
"Grid hari ini dipenuhi oleh para pemenang balapan dan penantang podium, dan itu termasuk Fernando sendiri pada saat insiden itu terjadi. Saya tidak berpikir komentarnya benar-benar berdasar dalam hal tersebut," tegas Vowles saat ditanya lebih mendalam mengenai kualitas para kompetitor di ajang balap Formula 1 musim ini.
Ketika disinggung apakah era grid F1 saat ini merupakan yang memiliki kualitas tertinggi sepanjang sejarah karier profesionalnya di dunia balap, Vowles dengan mantap memberikan jawaban afirmatif. Ia menjelaskan bahwa selisih waktu yang sangat tipis antar tim di barisan belakang membuat aksi saling menyalip dan pertarungan sengit di lap pembuka menjadi sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari begitu saja.
"Ya, saya bisa katakan demikian. Saya tadi mencoba mengingat-ingat apakah ada tahun lain yang menandinginya. Mungkin nanti ada seorang statistikawan yang akan mengoreksi saya, tetapi menurut opini saya, ya, apa yang sebenarnya Anda saksikan di luar sana adalah pertarungan yang sangat ketat di antara kita semua di barisan belakang, dengan hanya selisih beberapa milidetik saja," pungkasnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!