Jack Miller akhirnya buka suara soal masa depannya setelah dipastikan hengkang dari Pramac Yamaha dan MotoGP pada akhir musim ini. Pembalap Australia itu menegaskan bahwa fokus utamanya kini adalah pindah ke WorldSBK, namun ia tidak menutup kemungkinan untuk tetap terlibat dalam tes MotoGP.

Miller, yang pernah meraih empat kemenangan MotoGP bersama Honda dan Ducati, mengaku masih memiliki semangat balap yang besar. Di usianya yang ke-31, ia merasa masih bisa berkembang dan ingin melanjutkan karier balapnya di ajang lain. Keputusan ini muncul setelah kursinya di tim Pramac diambil alih oleh pebalap Moto2, Izan Guevara.

"Sudah begini adanya. Kadang memang harus begini," ujar Miller di Aragon, Kamis, tak lama setelah kepergiannya dari Pramac diumumkan secara resmi. "Kami akan terus bekerja keras hingga akhir tahun. Dan tentu saja, negosiasi sedang berlangsung untuk masa depan saya. Seperti yang selalu saya katakan, saya ingin terus balapan. Saya rasa saya masih punya banyak balapan tersisa di tubuh saya, dan saya merasa masih semakin baik."

- Advertisement -
Advertisement

Pembalap yang juga sempat menjadi penguji Yamaha di Suzuka 8 Hours selama dua tahun terakhir ini mengakui bahwa kursi di MotoGP sudah penuh. Oleh karena itu, ia mengarahkan pandangannya ke WorldSBK yang akan berganti pemasok ban dari Pirelli ke Michelin pada 2027. "Semua kursi di sini sudah penuh, jadi saya melihat ke Superbike," katanya. "Kami akan mencoba mendapatkan sesuatu yang solid di sana agar bisa kompetitif dan terus berkembang."

Meski fokus ke WorldSBK, Miller tidak menutup kemungkinan untuk menjalani peran sebagai pembalap penguji di MotoGP. Ia menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk kembali balapan di MotoGP, melainkan membangun karier baru yang solid di ajang Superbike. "Bukan tidak mungkin," ujarnya. "Seperti yang selalu saya katakan, jika saya pergi ke sana, tujuan saya adalah menjadi pembalap Superbike terbaik yang saya bisa. Ini bukan tentang bermimpi kembali ke MotoGP suatu hari nanti. Saya akan berusia 32 tahun tahun depan. Saya orang yang realistis, dan saya sudah menjalani lebih dari 250 grand prix."

Baca Juga Marquez Tak Menepis Status Favorit di Aragon: Saya Bisa Menang

Dengan dilarangnya wildcard tahun depan, satu-satunya kesempatan Miller untuk tampil di MotoGP hanyalah sebagai pembalap pengganti. Sementara itu, tim tes MotoGP Yamaha saat ini dihuni oleh Augusto Fernandez dan Andrea Dovizioso. Jack Miller sendiri sebelumnya menunjukkan performa impresif di atas Yamaha R1 saat membela tim pabrikan di ajang ketahanan Jepang, yang membuatnya kandidat kuat untuk proyek WorldSBK Yamaha.

Keputusan Miller untuk hengkang dari MotoGP tentu menjadi kehilangan besar bagi Yamaha, yang tengah berjuang bangkit di era V4. Namun, pengalaman dan kecepatan Miller di atas motor Superbike bisa menjadi aset berharga bagi pabrikan asal Jepang itu untuk bersaing di kejuaraan dunia lainnya. Kini, semua mata tertuju pada langkah selanjutnya dari pebalap asal Townsville tersebut.