Jurgen Lingg, manajer tim Intact GP, mengakui bahwa masa depan timnya di Moto2 2027 sangat bergantung pada keputusan dua pembalapnya, Senna Agius dan Manuel Gonzalez. Keduanya dikaitkan dengan kursi MotoGP di Tech3 KTM musim depan, dan situasi ini membuat paddock heboh.

Gonzalez, yang memimpin klasemen Moto2, dan Agius yang berada di posisi ketiga, sama-sama jadi kandidat kuat. Agius bahkan disebut sebagai favorit untuk mendampingi Luca Marini di tim yang dikelola Guenther Steiner. Namun, jika Agius gagal naik kelas, Lingg yakin pembalap Australia itu akan bertahan.

"Tentu, saya juga mendengar rumor!" ujar Lingg kepada Elliott York di Silverstone. "Bagaimanapun, jika Manu atau Senna pindah, di MotoGP hanya bisa satu dari mereka. Jika Senna pindah, mungkin Manu bisa ke Superbike. Jika tidak, kami sangat senang melanjutkan dengannya dan menjalani tahun lagi dengan setidaknya satu pembalap kami."

- Advertisement -

Lingg menegaskan bahwa situasi Agius jelas: jika tidak naik, dia bertahan. Namun untuk Gonzalez, ceritanya berbeda. "Dia butuh kursi Superbike yang benar-benar bagus. Kalau tidak, dia akan bertahan bersama kami," tambahnya.

Gonzalez tampaknya kalah bersaing dengan Franco Morbidelli untuk kursi Ducati pabrikan di WorldSBK menggantikan Nicolo Bulega. Meski ada kursi lain, persaingan ketat dengan pembalap seperti Jack Miller, Alex Rins, dan Brad Binder membuat masa depannya belum jelas.

Sementara itu, rival-rival seperti Dani Holgado dan David Alonso sudah dipastikan naik ke MotoGP. Jika salah satu dari Agius atau Gonzalez bergabung dengan Tech3, akan ada lima rookie di grid MotoGP 2027.

Jika Gonzalez memenangkan gelar Moto2 dan bertahan, dia akan menjadi pembalap pertama yang mencoba mempertahankan gelar sejak Johann Zarco pada 2016. Keputusan ini akan menentukan arah karier kedua pembalap dan komposisi grid musim depan.