Formula 1, Nusantara Media - Honda mengungkap penyebab mengkhawatirkan di balik gangguan mesin yang menghambat program pramusim Aston Martin menjelang musim Formula 1 2026. Pabrikan Jepang tersebut menyatakan bahwa getaran berlebihan dari mesin V6 pembakaran internal merusak sistem baterai, memaksa tim menghentikan pengujian lebih awal demi alasan keselamatan.

Kemitraan baru Aston Martin-Honda mengalami awal yang sulit. Mobil AMR26 terlambat hadir pada sesi shakedown di Barcelona dan kemudian menghadapi berbagai kendala teknis selama dua pekan tes di Bahrain. Total jarak tempuh Aston Martin hanya mencapai 2.115 km—jauh di bawah tim-tim pesaing seperti Mercedes, Haas, dan Ferrari, serta sekitar setengah dari tim terdekat berikutnya.

Sebagai satu-satunya mitra F1 Honda saat ini, keterbatasan jarak tempuh tersebut juga berarti pengujian unit tenaga baru dari fasilitas Sakura berada jauh di bawah level kompetitor. Pada hari terakhir tes kedua di Bahrain, tim bahkan kehabisan baterai cadangan setelah hanya menjalankan enam installation lap.

- Advertisement -

Rekap Jarak Tempuh Tes Pramusim F1 2026

Pabrikan MesinBarcelona (km)Bahrain 1 (km)Bahrain 2 (km)Total (km)
Mercedes5.3187.8158.41021.544
Ferrari4.6156.1215.38016.116
Red Bull Ford2.8973.6263.98310.506
Audi1.0941.9161.9324.942
Honda3071.1156932.115

Kepala divisi balap roda empat HRC, Ikuo Takeishi, menjelaskan bahwa getaran abnormal menjadi akar permasalahan.

“Getaran abnormal yang teramati selama pengujian menyebabkan kerusakan pada sistem baterai, yang menjadi alasan utama penghentian,” ujarnya.

“Kami menghentikan mobil karena merasa tidak seharusnya terus berjalan dalam kondisi tersebut. Bukan berarti kecelakaan akan segera terjadi, tetapi kami menghentikannya karena situasinya berbahaya.”

Investigasi dilakukan secara paralel pada sisi power unit dan sasis. Honda saat ini menggunakan baterai dari fasilitas Sakura pada bench test dengan monokok terpasang, sambil menjalankan berbagai langkah penanggulangan getaran dan analisis mendalam.

Takeishi menekankan bahwa belum dapat dipastikan apakah desain baterai menjadi sumber utama masalah. Ia menduga getaran ekstrem kemungkinan berasal dari interaksi beberapa komponen sekaligus.

“Getaran menyebabkan kerusakan pada baterai, jadi kami tidak bisa mengatakan apakah baterai itu sendiri yang bermasalah. Bisa diibaratkan seperti paket baterai yang terguncang di dalam bodi kendaraan. Area tempat baterai terpasang mengalami getaran.”

Ia menambahkan bahwa apabila sumber masalah dapat diidentifikasi pada satu komponen spesifik seperti transmisi atau mesin, penyelesaiannya akan lebih mudah. Namun indikasi saat ini menunjukkan situasi yang lebih kompleks.

“Jika penyebabnya dapat dipastikan pada satu bagian, akan jauh lebih mudah ditangani. Namun saya menduga beberapa komponen saling berinteraksi menghasilkan getaran tersebut. Karena itu, tidak jelas apakah memperbaiki satu bagian saja akan menyelesaikan masalah.”

Honda menargetkan pengurangan signifikan getaran sebelum balapan pembuka musim di Australia, dengan harapan unit tenaga berada dalam kondisi kompetitif paling lambat pada Grand Prix Jepang di Suzuka, putaran ketiga musim ini.

“Saya menargetkan untuk mengurangi getaran sebelum pembuka musim, tetapi kami berniat membawa mobil ke kondisi kompetitif sebelum Suzuka,” kata Takeishi.

Meski ada keyakinan bahwa performa power unit dapat meningkat setelah masalah getaran teratasi, Honda mengakui saat ini belum berada dalam posisi untuk membicarakan aspek performa secara aktif.

Presiden HRC Koji Watanabe menyebut tes pramusim sebagai periode yang “sangat menantang”.

“Tes pramusim di Barcelona dan Bahrain, secara jujur, sangat menantang bagi kami. Kami tidak mencapai level performa yang kami harapkan, dan sejumlah masalah kompleks terungkap. Namun tes ini juga penting karena memungkinkan kami memvisualisasikan tantangan tersebut.”

Watanabe menambahkan bahwa komunikasi dengan pimpinan Aston Martin, termasuk Lawrence Stroll dan Adrian Newey, berlangsung positif dan konstruktif.

Dengan waktu yang semakin dekat menuju Grand Prix Australia, Aston Martin dan Honda menghadapi tantangan signifikan untuk memastikan kesiapan teknis. Stabilitas dan reliabilitas unit tenaga akan menjadi faktor kunci dalam menentukan seberapa kompetitif tim pada fase awal musim Formula 1 2026.