Cilegon, Nusantara Media – Upaya pencarian terhadap seorang penumpang kapal feri KMP Kirana II yang nekat melompat ke laut di sekitar Perairan Pulau Tempurung, jalur penyeberangan Merak–Bakauheni, terus digencarkan. Memasuki hari keenam pelaksanaan operasi Search and Rescue (SAR) pada Senin (3/8/2026), Tim SAR Gabungan yang dipimpin oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Korban teridentifikasi bernama Andreas Lingsing (26), seorang pria warga asal Bandar Lampung. Korban dilaporkan menceburkan diri dari atas KMP Kirana II saat kapal sedang melakukan pelayaran melintasi perairan Selat Sunda. Untuk memaksimalkan proses pencarian, Tim SAR menyusun pemetaan berdasarkan analisis Search and Rescue Map (SARMAP) serta Rencana Operasi (Renops) terukur.

Rangkaian operasi pencarian pada hari keenam dimulai sejak pagi hari. Pada pukul 07.00 WIB, seluruh personel gabungan melangsungkan sesi briefing untuk mematangkan strategi sebelum bergerak ke laut menggunakan armada utama RIB 02 Banten. Penyisiran dilakukan dengan menerapkan pola sejajar (parallel search pattern) yang mencakup wilayah seluas kurang lebih 11 nautical mile persegi (NM²). Total lintasan pencarian yang ditempuh armada mencapai 18 mil laut dengan jarak antar-lintasan (track spacing) disetung ketat sebesar 0,50 NM guna memastikan tidak ada area yang terlewat.

- Advertisement -

Tidak hanya berfokus pada penyisiran fisik di laut, Tim SAR Gabungan juga melangsungkan koordinasi dan pemantauan lintas instansi. Pengecekan hasil pemantauan intensif terus dihubungkan dengan Kantor SAR Lampung, VTS Merak, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ditpolairud, hingga Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten. Kendati kondisi cuaca di lapangan sangat mendukung dengan kondisi cerah berawan, pemantauan dan penyisiran hingga pukul 16.00 WIB masih menunjukkan hasil nihil.

Menanggapi perkembangan tersebut, seluruh unsur SAR menggelar sesi evaluasi (debriefing) pada pukul 17.00 WIB. Hasil evaluasi memutuskan bahwa operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Selasa (4/8/2026) mulai pukul 07.00 WIB.

Operasi SAR berskala besar ini melibatkan personel lintas instansi, antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang, SAR MTA, Lanal Banten, VTS Merak, BMKG Serang, serta didampingi langsung oleh pihak keluarga korban. Pergerakan tim didukung oleh unit armada Rescue Car, RIB 02 Banten, peralatan SAR air, peralatan medis darurat, sarana komunikasi radio, serta perlengkapan pendukung operasional lainnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos, menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan penyisiran di wilayah perairan Merak–Bakauheni sembari mengedepankan faktor keselamatan seluruh tim penyelamat di lapangan.

"Kami akan terus mengoptimalkan upaya pencarian sesuai rencana operasi dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan. Koordinasi dengan seluruh unsur SAR juga terus dilakukan agar setiap informasi yang berpotensi mengarah pada keberadaan korban dapat segera ditindaklanjuti," tegas Al Amrad dalam keterangan resminya.