Lewis Hamilton berada di pusat sorotan menjelang Grand Prix Spanyol, tetapi bukan karena kecepatannya. Mantan pembalap F1 yang kini menjadi pundit F1 TV, Jolyon Palmer, menilai Ferrari sudah terlambat untuk menjadikan Hamilton prioritas dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 2026.
Palmer mengungkapkan hal itu dalam program F1 TV Weekend Warm-Up. Menurutnya, kapal Ferrari sudah terlalu jauh meninggalkan pelabuhan persaingan gelar. "Terlalu terlambat. Kapal sudah berlayar. Mereka menjauh dari kontensi juara. Saya tidak yakin mereka cukup cepat," ujarnya.
Ferrari memang datang ke Spanyol dengan luka akibat insiden di Monza. Start ketiga dan keempat, Hamilton dan Charles Leclerc langsung bersenggolan di Tikungan 1. Leclerc kemudian tersingkir pada lap kedua, sementara Hamilton melanjutkan balapan tetapi gagal finis di podium.
Situasi klasemen memperkuat argumen Palmer. Hamilton kini ketiga dengan 191 poin, tertinggal 76 poin dari pemimpin klasemen Kimi Antonelli. Leclerc berada di posisi kelima dengan 155 poin. Dengan selisih sebesar itu dan performa mobil yang belum konsisten, peluang Ferrari untuk mengejar gelar semakin tipis.
Palmer juga menyoroti pola duelo internal yang merugikan tim. Ia mengingat momen di China ketika kedua pembalap saling bertarung keras hingga bersenggolan, sementara Mercedes justru menjauh. "Mereka tidak memiliki kecepatan untuk mengalahkan Mercedes hari itu, dan itu memang tontonan seru. Tapi saya tidak bisa mengingat satu kali pun di mana mereka benar-benar bekerja sama," tambahnya.
Baca Juga Kontrak Baru Verstappen Selamatkan Jabatan Domenicali di F1Menurut Palmer, dengan mobil yang inferior, Ferrari seharusnya sudah menentukan pembalap nomor satu atau setidaknya memastikan kerja sama taktis dalam setiap balapan. "Ketika mereka start ketiga dan keempat di Monza, dengan satu Mercedes di belakang, dua McLaren dan Max Verstappen juga di belakang, Anda berpikir ini kesempatan besar. Tapi mereka justru langsung saling serang," jelasnya.
Kritik Palmer ini bukan tanpa dasar. Sepanjang musim, Ferrari kerap kehilangan poin berharga karena kedua pembalapnya saling merebut posisi. Alih-alih mengumpulkan poin maksimal, mereka malah saling menghambat. Kini, dengan gelar yang semakin menjauh, Ferrari seperti kehilangan arah.
Mampukah Ferrari bangkit? Waktu terus berjalan, dan tekanan semakin besar. Jika tidak segera menemukan solusi, musim 2026 bisa menjadi musim yang penuh penyesalan bagi tim Maranello.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!