Isack Hadjar mengungkapkan bahwa dirinya masih belum memiliki pergerakan penuh pada pergelangan tangannya pasca cedera, tetapi ia menilai kondisinya "cukup baik" dan bercanda telah melakukan "pekerjaan bagus" selama absen dari balapan.

Pembalap Red Bull Racing tersebut harus melewatkan Grand Prix Belanda, Italia, dan Spanyol setelah mengalami fraktur selama jeda musim panas. Cedera itu terjadi secara tak terduga, karena sepanjang kariernya ia belum pernah mengalami patah tulang.

Hadjar kembali ke kokpit pada Grand Prix Azerbaijan akhir pekan lalu dan langsung meraih finis di posisi ketiga. Dalam podcast resmi F1 Beyond The Grid yang direkam di Sirkuit Kota Baku, ia mengakui bahwa rentang gerak pergelangan tangannya belum sepenuhnya pulih.

- Advertisement -
Advertisement

"Tidak," jawabnya singkat ketika ditanya apakah pergerakannya sudah kembali normal. "Cukup baik. Saya menjalani sesi simulator sehari penuh pada Senin dan menempuh lebih dari 100 lap." Ia menambahkan bahwa prioritas utamanya adalah rasa nyaman di dalam mobil dan nyeri yang dirasakan bisa diatasi tanpa perlu mengubah setelan setir.

Selama masa pemulihan, Hadjar justru menuai hasil positif di luar lintasan: podium Grand Prix Monako miliknya dipulihkan dan ia menandatangani perpanjangan kontrak dengan tim Milton Keynes. "Saya rasa saya melakukan pekerjaan yang sangat bagus di sofa karena saya mendapatkan podium di sofa dan saya mendapatkan kontrak... Itu yang saya inginkan," ujarnya sambil tertawa. "Saya tidak di sini untuk sekadar pengganti. Saya di sini untuk jangka panjang dan dipercaya oleh tim selama periode sulit ini, saya sangat bersyukur."

Baca Juga FIA Kecam Serangan Online ke Steward Usai Penalti Colapinto di GP Belanda

Kembalinya Hadjar dengan podium di Baku menjadi sinyal penting bagi Red Bull Racing yang tengah bersaing ketat di klasemen konstruktor. Meski belum sepenuhnya pulih, adaptasi cepatnya menunjukkan kualitas pembalap muda yang siap berkontribusi maksimal. Ia menegaskan tidak ingin mengubah apa pun pada setirnya karena sudah terbiasa dengan pengaturan saat ini.

Dengan kontrak baru di tangan, Hadjar membuktikan bahwa kepercayaan tim tidak salah. Kini fokusnya adalah menyelesaikan musim dengan performa konsisten sekaligus menjaga kondisi fisiknya tetap prima. Kisahnya menjadi contoh bagaimana pembalap dapat bangkit dari keterpurukan, bahkan ketika harus menonton dari sofa.